Jakarta – Peredaran uang selama momen Lebaran 2026 diperkirakan menyentuh angka Rp148 triliun. Perkiraan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang otonomi daerah, Sarman Simanjorang, yang mengacu pada potensi mobilitas masyarakat saat musim mudik tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang berpotensi melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri 1447 H mencapai sekitar 143,9 juta orang atau setara 50,6 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut sedikit menurun, sekitar 1,75 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
Jika dihitung dalam satuan keluarga, jumlah tersebut diperkirakan setara dengan 35,975 juta kepala keluarga, dengan asumsi setiap keluarga terdiri dari empat orang. Dengan perkiraan setiap keluarga membawa dana rata-rata Rp4.125.000—meningkat sekitar 10 persen dari tahun lalu—maka total perputaran uang diprediksi mencapai Rp148,39 triliun.
Sarman menyebutkan bahwa angka tersebut masih merupakan estimasi konservatif. Jika pengeluaran rata-rata per keluarga meningkat hingga Rp4.500.000, maka potensi peredaran uang dapat mencapai Rp161,88 triliun.
Wilayah dengan potensi peredaran uang terbesar diperkirakan berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sementara itu, daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali juga turut menerima dampak dari arus mudik ini.
Dana yang dibelanjakan masyarakat selama periode mudik umumnya digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti transportasi, tarif tol, bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga pembelian oleh-oleh, pakaian baru, dan perlengkapan ibadah. Selain itu, pemberian THR kepada keluarga juga menjadi salah satu pos pengeluaran utama.
Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga seperti bahan pangan, daging, ayam, buah, serta hidangan khas Lebaran turut mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi. Pembayaran zakat fitrah dan sedekah juga ikut berkontribusi dalam perputaran uang tersebut.
Menurut Sarman, tingginya aktivitas belanja masyarakat ini memberikan dampak positif bagi hampir seluruh sektor usaha. Pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner, minuman, suvenir, serta produk khas daerah seperti kain dan batik, diperkirakan akan mengalami peningkatan pendapatan selama periode Lebaran.
Ia menegaskan bahwa perputaran uang pada momen Idulfitri ini menjangkau hampir seluruh lini usaha yang menyediakan kebutuhan masyarakat menjelang dan selama hari raya.(BY)
Komentar