Sawahlunto, fajarsumbar.com - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi bagi jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto. Di tengah suasana hangat perayaan hari kemenangan, semangat untuk membawa prestasi olahraga kota ini ke tingkat yang lebih tinggi tetap menjadi prioritas utama.
Hal ini tercermin dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di kediaman Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, di Desa Talawi Hilir, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pertemuan ini bukan sekadar tradisi bermaaf-maafan, melainkan menjadi forum strategis untuk mempererat sinergi internal dalam menyongsong perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat tahun 2026.
Kehadiran jajaran inti pengurus dalam pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan organisasi dalam mengawal program kerja ke depan. Tercatat hadir Wakil Ketua II KONI Sawahlunto Heru Aprioval, Sekretaris Hendri Febriyudi, Bendahara Nina Sangra Violita, Ketua Bidang Organisasi Vicky Vilfadly, Ketua Bidang Humas Anton Saputra, Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Doni Ramadona dan Graha Purna Yudha, serta Anggota Bidang Humas Hendra Idris.
Diskusi yang berlangsung di bawah naungan suasana kekeluargaan tersebut mengupas tuntas berbagai aspek manajerial dan teknis yang akan menjadi fondasi perjuangan para atlet di lapangan.
Dalam arahannya, Ketua KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, menekankan bahwa kunci keberhasilan sebuah organisasi olahraga terletak pada kesamaan visi di antara para pengurusnya. Ia memandang bahwa harmoni yang tercipta di dalam struktur kepengurusan akan berdampak langsung pada kualitas pendampingan terhadap cabang-cabang olahraga.
Baginya, silaturahmi ini adalah langkah awal untuk memastikan bahwa seluruh jajaran, mulai dari sekretariat hingga bidang-bidang teknis, bergerak dalam satu komando yang solid demi mencapai target besar di ajang tingkat provinsi mendatang.
“Melalui pertemuan ini, kita tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga menyamakan persepsi dalam menyusun langkah strategis ke depan, terutama dalam menghadapi Porprov 2026 yang menjadi target besar kita bersama,” ungkap H. Jhon Reflita dengan penuh optimisme di hadapan para pengurus.
Fokus pembicaraan kemudian beralih pada pengelolaan anggaran yang harus dilakukan secara transparan dan berorientasi pada hasil. Jhon Reflita memberikan instruksi khusus kepada Bendahara Nina Sangra Violita dan jajaran terkait agar setiap alokasi dana diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan langsung para atlet dan pelatih.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan prestasi tidak lepas dari dukungan logistik yang memadai, termasuk biaya transportasi latihan dan suplemen penunjang yang sering kali menjadi kebutuhan mendasar di lapangan. Transparansi anggaran ini menjadi komitmen KONI untuk tetap terbuka kepada seluruh cabang olahraga dengan tetap mempertimbangkan kapasitas keuangan yang tersedia.
“Anggaran KONI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh atlet dan pelatih. Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah dukungan terhadap kebutuhan dasar mereka, seperti biaya transportasi latihan dan keperluan penunjang lainnya,” tegas sosok yang akrab disapa Haji Jhon tersebut.
Selain urusan finansial, penguatan fungsi pengawasan juga menjadi poin krusial yang dibahas bersama Anggota Bidang Binpres, Doni Ramadona, serta pengurus lainnya. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) diminta untuk bekerja lebih intensif dalam memantau perkembangan fisik dan teknik para atlet di setiap cabang olahraga.
Pengawasan yang konsisten dianggap sebagai instrumen vital untuk memastikan bahwa program latihan yang dijalankan benar-benar efektif dan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan data yang akurat dari tim Monev, KONI dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memberikan dukungan teknis maupun administratif.
Menjelang Porprov 2026, strategi persiapan juga mencakup instruksi bagi seluruh cabang olahraga (cabor) untuk segera merancang program uji tanding atau try out. Jhon Reflita menilai bahwa jam terbang kompetisi adalah guru terbaik bagi seorang atlet.
Melalui uji tanding, mentalitas juara para atlet Sawahlunto akan teruji, sekaligus memberikan gambaran peta kekuatan lawan yang akan dihadapi nanti. Ia menegaskan bahwa setiap cabor wajib memiliki perencanaan yang matang agar uji tanding tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sarana evaluasi teknis yang mendalam.
Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran humas seperti Anton Saputra dan Hendra Idris ini juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang baik untuk mengabarkan setiap progres pembinaan kepada masyarakat Sawahlunto. Dengan dukungan publik dan soliditas internal yang kuat antara Heru Aprioval, Hendri Febriyudi, Vicky Vilfadly, dan seluruh jajaran pengurus lainnya, KONI Sawahlunto optimis mampu mencetak sejarah baru.
Melalui perencanaan yang matang dan kerja sama yang erat, cita-cita untuk mengharumkan nama Kota Sawahlunto pada ajang Porprov 2026 kini bukan lagi sekadar impian, melainkan target nyata yang sedang diperjuangkan bersama. (ton)
Komentar
