Sawahlunto, fajarsumbar.com — Suasana di jalur utama Lintas Sumatera tampak mulai berdenyut lebih kencang seiring mendekatnya perayaan Idul Fitri. Menyadari posisi strategis kota ini sebagai titik perlintasan utama, Pemerintah Kota Sawahlunto melakukan langkah proaktif untuk menjamin keamanan dan kesehatan para pemudik. Pada Kamis, 19 Maret 2026, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin peninjauan langsung ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Muaro Kalaban yang kini telah ditingkatkan status kesiagaannya menjadi unit layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat yang melintas.
Langkah ini diambil mengingat Pustu Muaro Kalaban berada tepat di bibir jalur mobilitas kendaraan yang menghubungkan berbagai provinsi di Sumatera. Peninjauan ini dilakukan segera setelah rombongan Wali Kota memantau Pos Pengamanan Operasi Ketupat di kawasan yang sama. Kehadiran pimpinan daerah ini bertujuan untuk memastikan bahwa infrastruktur kesehatan tidak hanya sekadar berdiri, tetapi benar-benar fungsional dan responsif terhadap potensi keadaan darurat yang mungkin dialami oleh para pelancong maupun warga lokal selama arus mudik berlangsung.
Dalam inspeksi tersebut, Wali Kota Riyanda Putra yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah dan Ketua DPRD Susi Haryati, menyisir setiap sudut fasilitas medis. Mereka berdialog intensif dengan para tenaga kesehatan yang bertugas, menanyakan detail mengenai ketersediaan stok obat-obatan hingga prosedur evakuasi medis jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Riyanda menekankan bahwa aspek kesehatan adalah pilar tak terpisahkan dari manajemen mudik yang sukses, di mana kenyamanan pemudik sangat bergantung pada rasa aman akan akses medis yang cepat.
"Kesiapan layanan kesehatan di jalur strategis ini merupakan bagian krusial dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik. Kita ingin pelayanan yang diberikan benar-benar responsif, sigap, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara cepat tanpa hambatan birokrasi yang rumit di lapangan," ujar Wali Kota Riyanda Putra di sela-sela peninjauannya.
Lebih lanjut, ia memberikan instruksi tegas agar Pustu Muaro Kalaban beroperasi dengan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam. Hal ini menuntut manajemen pembagian sif tenaga kesehatan yang presisi serta koordinasi yang tanpa celah dengan rumah sakit rujukan utama di pusat kota. Riyanda mengingatkan bahwa setiap detik sangat berharga dalam penanganan kondisi darurat medis di jalan raya, sehingga peralatan medis dan ambulans harus dalam kondisi prima setiap saat.
"Saya meminta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas untuk menjaga komitmen pelayanan ini. Pastikan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis selalu tercukupi. Koordinasi rujukan harus berjalan optimal sehingga setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat, demi meminimalisir risiko bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman," tambahnya menutup peninjauan tersebut. (ril/ton)
Komentar