![]() |
| Oleh Marlina Yosi Yanti (Sumandan Rang Sipangka) |
Simpang Kacang, Magek, fajarsumbar.com — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kental di mushola Nurul Iman ,Jorong Simpang Kacang ,Magek pada hari kedua Syawal 1447 H atau Minggu, 22 Maret 2026. Warga setempat bersama para perantau sukses menggelar acara halal bi halal yang berlangsung meriah dan penuh makna.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat yang tinggal di kampung serta perantau yang pulang dari berbagai daerah. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan kembali sanak saudara, sahabat lama, hingga generasi muda yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Halal bi Halal ini tidak hanya diikuti oleh generasi muda, suasana haru tampak ketika dua orang sesepuh yaitu Mak Tuo Ati (100 tahun) dan Mak Tuo Jus (96 tahun)merasa bersyukur dan tetap semangat dan mengikuti rangkaian acara, beliau sengaja datang dari Padang hanya untuk bertemu dengan sanak saudara dan bernostalgia di tanah kelahiran yang sudah lama tidak dijajaki.
Acara halal bi halal ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya, dan menunjukkan antusiasme yang semakin meningkat dari masyarakat. Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan tahfizh yang merdu oleh generasi muda, sambutan tokoh masyarakat hingga sesi ramah tamah yang mempererat hubungan kekeluargaan.
Inyiak H. Eri. Dt. Rajo Imbang, Salah seorang perantau yang hadir menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, halal bi halal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menghimpun kembali warga yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Kami para perantau merasa senang dan berterima kasih kepada bapak wali jorong dan perangkatnya serta tokoh masyarakat yang sudah menginisiasi kegiatan, saya yang sudah 45 tahun tidak pernah berkumpul lagi di surau Simpang Kacang sejak merantau, begitu ditanya oleh kamanakan "bilo mamak pulang ka kampuang? bakumpua kito basamo di surau kito". merasa halal bi halal ini menjadi magnet untuk mudik. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar dapat menghimpun yang taserak dan memperkuat persatuan warga Simpang Kacang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh H. Honda Afizon yang lebih akrab dipanggil Da Jong, Simpang Kacang ini merupakan jorong terkecil dan paling sedikit penduduknya namun kekompakan mereka sudah harum dan dikenal aktif dan inovatif di wilayh Kenagarian Magek, kami para perantau siap mendukung setiap kegiatan positif yang dilaksanakan di kampuang dan berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah memperkokoh tali persaudaraan serta menjaga kekompakan antarwarga, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.
Kesuksesan kegiatan yang dilaksanakan oleh warga juga disampaikan secara virtual oleh H. Ferry Perdana Dt. Maruhun Tinggi yang merantau di Bogor. " Walaupun jumlah masyarakat Simpang Kacang tergolong sedikit kalau dibandingkan dengan masyarakat jorong lain, namun "Boneh" , mereka bersatu membangun nagari dengan prinsip "Basamo Mangko Manjadi".
Kesungguhan perantau membangun jorong Simpang Kacang terlihat dari sumbangsih pikiran, materi, dan semangat seperti merevitalisasi surau, kegiatan keagamaan, pengembangan diri generasi muda,program babuko puaso 3xseminggu serta kegiatan lainnya. Hal inilah yang membuat jorong Simpang Kacang menjadi contoh bagi jorong- jorong lain yang ada di Kanagarian Magek sekitarnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun kedua ini, Doni Efrico selaku Wali Jorong dan dr. Reffma Dewi selaku Bundo Kanduang Simpang Kacang Magek optimis kegiatan halal bi halal akan terus menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat identitas dan persatuan masyarakat di tengah perkembangan zaman.(ul)
Komentar