![]() |
| Pj Sekdakab Hendra Aswara berikan pengarahan dalam Apel Gabungan dari dua OPD, Senin 27 April 2026 |
Ia membawa satu pesan yang tak bisa ditawar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak boleh lagi jalan di tempat.
Di tengah barisan ASN yang berjejer rapi, suasana apel terasa berbeda dari jajaran dua OPD, Senin (27/4/3036). Bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan panggung evaluasi yang gamblang.
Hendra Aswara menegaskan, semua OPD harus berhenti berjalan sendiri-sendiri. Targetnya jelas. PAD meningkat, dan itu harus terlihat, bukan sekadar angka di atas kertas.
Sorotan pun langsung mengarah ke sektor yang selama ini dianggap “tambang emas” yang belum tergarap maksimal: pariwisata. Ia menyebut kawasan Tiram, Tarok City, hingga Muaro Anai sebagai titik krusial yang harus didorong lebih agresif.
Menurutnya, potensi besar tanpa pengelolaan profesional hanya akan jadi cerita lama yang terus berulang.
Tak berhenti di situ, ia mengingatkan bahwa Padang Pariaman sejatinya punya “modal langka”.
Keberadaan bandara internasional, jalur tol, hingga aktivitas ekonomi seperti galian C disebut sebagai keunggulan strategis yang seharusnya mampu menarik arus investasi lebih deras.
Namun kenyataannya, potensi itu belum sepenuhnya menjelma menjadi kekuatan fiskal daerah.
Di sela arahannya, Hendra juga membocorkan sejumlah proyek strategis yang tengah bergulir. Mulai dari Kampung Nelayan Merah Putih di Kataping, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Garuda. Semuanya diposisikan sebagai pengungkit ekonomi baru.
Ia bahkan menyinggung ketersediaan lahan negara di kawasan Tarok City yang siap “dijual” sebagai daya tarik investasi.
Namun di balik ambisi besar itu, ada persoalan klasik yang kembali disentil. Disiplin ASN. Hendra Aswara tak menutup mata terhadap masih adanya pegawai yang abai terhadap kewajiban dasar.
Ia meminta pimpinan OPD tak ragu melakukan sidak, bahkan memberi sanksi tegas bagi yang mangkir tanpa alasan jelas.
Apel pagi itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar barisan formalitas. Ia berubah menjadi alarm keras bagi birokrasi daerah. Jika PAD ingin melesat, maka kerja harus konkret, peluang harus dijemput, dan disiplin tak boleh lagi jadi slogan kosong.(saco).
Komentar