Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Sawahlunto kini tengah bersiap menyongsong momentum bersejarah di bidang olahraga. Setelah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo yang dijadwalkan pada 22 hingga 27 Juni 2026, kota yang dikenal dengan warisan tambang batubara ini mulai mematangkan seluruh aspek persiapannya.
Langkah strategis ini diawali dengan audiensi intensif antara Panitia Pelaksana Kejurnaswil dengan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal koordinasi lintas sektoral untuk memastikan standarisasi fasilitas dan kenyamanan bagi ratusan kenshi yang akan datang dari berbagai penjuru wilayah.
Fokus utama pemerintah kota saat ini tertuju pada penguatan sarana dan prasarana pertandingan agar sesuai dengan standar nasional. Tidak hanya sekadar menyediakan arena laga, aspek akomodasi juga menjadi perhatian serius mengingat gelombang massa yang akan memadati kota selama hampir sepekan.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari fasilitas tanding hingga ketersediaan penginapan, sedang dikaji secara mendalam. Beliau menekankan bahwa kesiapan fisik kota harus sejalan dengan keramahan pelayanan agar meninggalkan kesan positif bagi para kontingen.
"Poin utama yang kami kaji adalah fasilitas pertandingan hingga penginapan bagi para kontingen yang akan datang dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan setiap atlet dan ofisial merasa nyaman dan mendapatkan fasilitas yang mumpuni selama berada di Sawahlunto," ujar Riyanda Putra dengan nada optimis.
Namun, visi pemerintah tidak berhenti pada keberhasilan teknis di atas matras. Penunjukan Sawahlunto sebagai tuan rumah dipandang sebagai katalisator yang akan memicu geliat ekonomi kerakyatan secara signifikan. Kehadiran delegasi dalam jumlah besar diprediksi akan menyuntikkan energi baru bagi sektor perhotelan, homestay, hingga rumah sewaan milik warga yang diperkirakan akan mencapai tingkat okupansi maksimal.
Sektor UMKM, pusat kuliner, dan destinasi wisata sejarah yang menjadi identitas Sawahlunto juga diharapkan mendapatkan limpahan berkah ekonomi dari kunjungan para tamu mancanegara maupun domestik.
Melalui ajang ini, Sawahlunto berambisi membuktikan kapasitasnya sebagai kota wisata tambang berbudaya yang mampu menyelenggarakan event berskala besar dengan profesional. Selain menjadi panggung bagi para atlet lokal untuk unjuk gigi dan mengasah mental bertanding di level yang lebih tinggi, Kejurnaswil ini diharapkan menjadi instrumen promosi yang efektif untuk memperkuat branding kota di tingkat nasional. Harapan besar digantungkan agar kompetisi ini mampu mencetak kenshi-kenshi unggulan yang kelak akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Semoga Kejurnaswil Kempo 2026 ini berjalan lancar dan mampu melahirkan bibit-bibit kenshi unggulan bagi Indonesia, sekaligus mempromosikan potensi olahraga dan pariwisata Sawahlunto ke tingkat yang lebih luas," pungkas Riyanda di akhir arahannya. (ton)
Komentar