Dominasi Atlet Sawahlunto di O2SN Sumbar: Borong Emas Panjat Tebing dan Siap Mengguncang Jakarta -->

AdSense New

Dominasi Atlet Sawahlunto di O2SN Sumbar: Borong Emas Panjat Tebing dan Siap Mengguncang Jakarta

Selasa, 23 Juni 2026
Foto bersama kontingen panjat tebing Sawahlunto setelah sukses mendominasi ajang O2SN tingkat Provinsi Sumatera Barat di kampus UIN Imam Bonjol Padang (21–24 Juni 2026). Sinergi luar biasa antara atlet berbakat—Vidi Alviano, Fenisa Mutia Sari, Affan, dan Anggi—bersama jajaran pelatih dan perwakilan sekolah berhasil membuahkan total 7 medali emas dan 1 medali perak di nomor Speed dan Lead. (foto/istimewa)


Padang, fajarsumbar.com — Kompetisi olahraga pelajar paling bergengsi, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026, menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan atlet-atlet muda asal Sawahlunto. Bertempat di dinding panjat kampus UIN Imam Bonjol Padang, kompetisi yang berlangsung sengit dari tanggal 21 hingga 24 Juni 2026 ini menyaksikan dominasi mutlak dari para pemanjat Sawahlunto di cabang olahraga panjat tebing, khususnya pada nomor Speed dan Lead.


​Sejak hari pertama kompetisi dimulai, atmosfer ketegangan sekaligus semangat membara sudah terasa di area kampus UIN Imam Bonjol. Para atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat saling adu cepat dan ketahanan fisik. Namun, fokus penonton dan ofisial tertuju pada performa luar biasa yang ditunjukkan oleh kuartet tangguh Sawahlunto, baik di tingkat SMP maupun SMA. Mereka tidak hanya sekadar bersaing, melainkan menyapu bersih podium tertinggi.


​Di tingkat SMA, dua atlet andalan SMAN 1 Sawahlunto, Vidi Alviano dan Fenisa Mutia Sari, tampil tanpa cela. Keduanya menunjukkan kelasnya sebagai pemanjat masa depan dengan masing-masing mengamankan 2 medali emas dari nomor Lead dan Speed. Ketangguhan fisik dan ketenangan mental menjadi kunci utama Vidi dan Fenisa dalam menaklukkan jalur-jalur sulit serta mencatatkan waktu tercepat di papan speed.


​Prestasi gemilang ini disambut dengan rasa syukur dan haru oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasis) SMAN 1 Sawahlunto, Efwilza, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa anak didiknya tersebut.


​"Alhamdulillah, cabang panjat tebing SMAN 1 mendapat 4 medali emas nomor lead dan speed atas nama Vidi Alviano dan Fenisa Mutia Sari. Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah Agus Sri Harianto dan Ibu guru pembimbing Diance Eka Putri Yolanda, serta staf dan karyawan TU SMAN 1 Sawahlunto yang telah mensuport atlet O2SN SMAN 1 Sawahlunto. Dan selamat untuk berangkat ke tingkat Nasional. Semoga di Nasional bisa sukses dan memperoleh medali lagi," ungkap Efwilza dengan penuh optimisme.


​Keberhasilan di tingkat SMA ini ternyata menular dan linier dengan prestasi adik-adik kelas mereka di tingkat SMP. Atlet muda berbakat asal SMPN 7 Sawahlunto, Affan, juga berhasil menyamai pencapaian seniornya dengan memborong 2 medali emas di nomor Lead dan Speed. Sementara itu, Anggi yang mewakili SMPN 6 Sawahlunto tampil tidak kalah memukau. Anggi sukses menyumbangkan 1 medali emas dari nomor Speed dan 1 medali perak dari nomor Lead, mengukuhkan dominasi total kontingen Sawahlunto di ajang ini.


​Secara keseluruhan, torehan 7 medali emas dan 1 medali perak ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan pembinaan atlet usia dini di Kota Sawahlunto. Sinergi antara kerja keras atlet, dedikasi pelatih, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan dinas terkait terbukti membuahkan hasil yang sangat manis di tingkat provinsi.


​Namun, perjuangan para patriot olahraga muda ini belum usai. Sebagai juara O2SN tingkat Provinsi Sumatera Barat, Vidi Alviano, Fenisa Mutia Sari, Affan, dan Anggi telah mengantongi tiket resmi untuk melangkah ke fase yang lebih tinggi. Mereka akan menjadi duta Sumatera Barat dalam ajang O2SN tingkat Nasional yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan September 2026 mendatang di Jakarta. 


Berbekal evaluasi dari pertandingan di Padang, para atlet kini langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan fisik dan mental guna menghadapi persaingan yang dipastikan jauh lebih ketat di level nasional demi membawa pulang medali untuk ranah minang. (ton)