Abil 8 Tahun Terbaring Sakit, Orangtua Mulai Pasrah Karena Tak Punya Biaya -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Abil 8 Tahun Terbaring Sakit, Orangtua Mulai Pasrah Karena Tak Punya Biaya

Minggu, 28 Maret 2021
Abil (baju merah hitam) terbaring lemah, foto by FM saat menjenguk kondisi Abil

Lima Puluh Kota, fajarsumbar.com --- Sebagaimana diakui Depi (39 tahun) warga Taeh Bukik, bahwa Adhatul Bissalam (dipanggil Abil usia 12 tahun) anak pertamanya dari pasangan istri sahnya Susi warga Simpang Siamang Jorong Kubang Tungkek Kenagarian Guguk kecamatan Guguk VIII Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota.

"Delapan tahun sudah anak saya yang dipanggil Abil menderita sakit yang membuatnya lumpuh. Abil sekarang duduk di kelas V di SDN 07 Guguk. Sejak divonis menderita sakit lemah syaraf dan otot, bahasa medisnya Duchenne Muscular Dystrophy ni (DMD). Pengobatan secara berjenjang, kami yang mengantongi BPJS sudah jalani pengobatan mulai dari puskesmas kecamatan, RUSD Ahmad Darwis, RSUP M. Djamil, hingga ke Jakarta. Namun belum memperlihatkan hasil sesuai harapan Kami selaku orangtuanya, yang keseharian hanya berjualan sate keliling,"Ucap sendu Depi yang tinggal di sebuah rumah sederhana di Jorong Kubang Tungkek, Minggu (28/03/2021) siang.

Dikisahkan Depi, bahwa dulu ada sekelompok donatur yang ingin membantu kami, sehingga warga mengumpulkan donasi, termasuk keluarga di Taeh. Namun, sesampai di Jakarta. Harapan itu tidak dijumpai.

"Kami pun putus asa, semua kami serahkan kepada Sang Maha Kuasa. Kami kembali pulang kampung. Usia sekolahnya, Abil pun melalui. Namun pengakuannya, Abil merasakan kondisi tubuhnya semakin hari semakin melemah, namun semangatnya untuk bisa bersekolah membuat Kami, kuat. Usianya di kelas III, saya menggendong Abil ke sekolah. Pergi digendong, pulang saya gendong lagi. Tampaknya, kondisi Abil semakin lemah. Kini Abil sudah kelas V. Sejak Januari 2021, Abil tak sanggup lagi mengangkat badannya dari tempat tidur. Abil tak bisa ke sekolah lagi,"terang Depi, menangis.

Dikisahkan Depi, keseharian Depi yang berjualan sate keliling, bahwa hanya semangat ingin mewujudkan kesembuhan dan menopang ekonomi keluarga yang membuat Depi untuk terus berjualan. Walau terkadang jualannya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan perut.

"Jualan sate keliling, untung yang saya dapat sekitar 50-100 ribu. Tak jarang, saya mengalami rugi. Jika pikiran saya teringat anak yang lagi terbaring lemah, semangat saya untuk memeluknya pasti menghantui. Akhirnya, saya pulang ke rumah, padahal jualan belum lagi laku. Saat ini, Kami berserah kepada Allah. Terima kasih kepada keluarga dan masyarakat yang telah peduli dengan nasib kami. Terkhusus masyarakat nagari Guguak VIII Koto dan Pemkab Lima Puluh Kota,"ungkap Depi.

Terpisah, Wali Nagari Guguak VIII Koto, Yosrizal membenarkan bahwa ada warganya yang sedang sakit. Dirinya juga menerangkan langkah apa yang telah dilakukan untuk meringankan beban warga tersebut.

"Ya, ada warga kami yang sedang ditimpa musibah dan cobaan dari Allah. Secara pemerintahan, kami bersama warga telah melakukan aksi penggalangan dana di kenagarian untuk meringankan beban keluarga Depi. Termasuk melibatkan perantau. Sudah kami laksanakan. Dan, secara koordinasi pemerintahan, juga telah kami lakukan langkah, sehingga pengobatan si anak sudah sampai ke Jakarta. Namun, ketentuan Allah, tidak bisa kita taksir. Tugas kita adalah berusaha. Kita doakan, semoga beban keluarga Depi berkurang, dan anaknya lekas sembuh. Kami juga apresiasi, semoga kita semua bisa saling meringankan, dan semoga aksi dari media ini juga bisa nantinya meringankan beban warga kami, "terang Yosrizal, Wali Nagari Guguak VIII Koto yang baru dilantik 2018, lalu.

Dilanjutkan, Yosrizal. Dan kalau bantuan dari pemerintah sudah dimulai, baik dari donatur, warga, pemerintahan nagari, pihak kabupaten. Dan bahkan sudah sampai berobat ke Jakarta.

"Dan semenjak hadir dana BLT Pusat sampai sekarang, keluarga Depi masih penerima BLT Pusat, Pak,"ulas Yosrizal, SH, MH.

Terkait pelaksanaan PBM di sekolah, memang sekitar 3-4 bulan belakangan Abil tak masuk. Sebagaimana diterangkan Haikal, walikelas V SDN 07 Guguk.

"Abil sudah lama sakit, namun biasanya selalu diantar orangtuanya. Sejak Januari tahun 2021, dirinya tak datang lagi ke sekolah. Dan pihak sekolah pun datang membezuk Abil. Saat kami datangi, Abil baru siap sunat rasul. Namun hingga hari ini, Abil masih belum masuk sekolah,"terang Haikal.(ul)



Terkait informasi Abil, silahkan hubungi Ayahnya bernama Depi di nomor +6282169914129