Cuaca Ekstrim, Ombak Tinggi, Nelayan Pessel Tidak Bisa Melaut, Harga Ikan Melonjak -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Cuaca Ekstrim, Ombak Tinggi, Nelayan Pessel Tidak Bisa Melaut, Harga Ikan Melonjak

Rabu, 31 Maret 2021
ilustrasi

Painan, fajarsumbar.com - Cuaca ekstrim akhir-akhir ini menyebabkan tingginya gelombang di lepas pantai Kecamatan Sutera dan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Akibatnya puluhan nelayan tidak bisa melaut. Dampaknya harga ikan segar naik dua kalipat dari biasanya.


Tingginya ombak mencapai 1-1,5 meter, nelayan takut akan terjadinya hal yang tidak diinginkan kecuali nelayan yang memakai kapal tonda mereka masih bisa melaut karena ukuran kapal mereka cukup besar untuk menaklukkan gelombang tersebut. Paling parah adalah nelayan pukat tepi yang sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.


Tidak melautnya nelayan tentu saja berdampak kepada tingginya harga ikan segar di dua kecamatan tersebut. Ikan laut segar yang paling banyak dikonsumsi masyarakat biasanya ikan Aso Aso kecil, pinang pinang, kembung. Biasa satu onggokan harganya Rp10.000 sekarang naik menjadi Rp20.000.


Pantauan dan perbicangan beberapa nelayan Nelayan di pantai Pasir Kapal Nagari Amping Parak, Andi(45) kepada fajarsumbar.com mengatakan, sudah dua hari nelayan tidak melaut, karena gelombang cukup tinggi disertai hujan dan angin kencang.


"Kami tidak punya penghasilan untuk membeli kebutuhan pokok terutamai beras dan minyak goreng ditambah lagi dengan naiknya harga cabai yang sudah mencapai Rp 50rb/kg,"keluhnya


"Saya sebagai pedagang ikan eceran tentu saja tidak bisa menjual ikan seperti harga bisa karena saya membelinya juga mahal apalagi ikan segar ini juga susah di dapat karena pedagang eceran banyak sedangkan stok ikan sedikit dan ikan ini saya jual keliling dengan memakai sepeda motor,"jelas Embun salah seorang pedagang ikan eceran keliling. (wandi)