Analisa BMKG Inilah Penyebab Angin Kencang yang Melanda Sumbar -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Analisa BMKG Inilah Penyebab Angin Kencang yang Melanda Sumbar

Jumat, 02 April 2021
Pohon tumbangbkarena angin kencang.

Padang Panjang, fajarsumbar.com  - Berdasarkan laporan masyarakat dan BPBD kabupaten/kota Sumatra Barat, telah terjadi fenomena angin kencang pada Rabu malam (31/3) hingga Kamis dinihari (1/4) di sejumlah lokasi. Antara lain di Padang Panjang, Padang, Padang Pariaman, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, Tanah Datar, dan beberapa daerah lainnya.


Di Padang Panjang, sejimlah pohon pelindung bertumbangan di berbagai titik.  

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Sakimin, S.Si mengatakan, dari hasil pengamatan pihaknya, menunjukkan kecepatan angin mencapai 33 knots atau sekitar 60 km/jam. Kondisi ini dikategorikan sebagai kondisi cuaca ekstrem.


“Hasil analisa dinamika atmosfer, menunjukkan terdapat pola gangguan cuaca berskala regional di daerah khatulistiwa yang dinamakan dengan gelombang ekuator Rossby di sebelah barat Pulau Sumatra. 

Gelombang Rossby ini diidentifikasikan sebagai adanya sistem low pressure area (LPA) yang berpasangan di utara dan selatan sehingga terjadi penyempitan lorong udara yang bergerak dari timur ke barat di antara kedua pusat tekanan rendah dan menjadi penggerak dalam meningkatkan kecepatan angin,” jelasnya.


 Sakimin menjelaskan, bersamaan dengan adanya fenomena gelombang ekuator Rossby, terdapat juga aktivitas Osilasi Madden Julian (MJO) yang saat ini berada di Samudera Hindia. MJO mengindikasikan munculnya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra Barat. 


“Kedua faktor tersebut yang menyebabkan dalam beberapa waktu terakhir, kondisi cuaca di Sumatra Barat cenderung didominasi hujan dengan intensitas sedang-lebat dan juga disertai dengan angin kencang. Selain karena faktor topografi yang juga ikut mempengaruhi kapan waktu terjadinya hujan,” terangnya.


Mengingat fenomena kedua cuaca tersebut dapat terjadi dalam pola spasial dan temporal yang cukup luas, Sakimin mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatra Barat, termasuk Padang Panjang untuk tetap mewaspadai kembali terjadinya fenomena angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang-lebat. Ini masih berpotensi terjadi hingga 4 April 2021 mendatang. Serta selalu mengikuti arahan dari instansi terkait di bidang kebencanaan untuk mengurangi dampak dan risiko yang dapat ditimbulkan dari terjadinya angin kencang dan hujan lebat.


Sementara itu, Kasubid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ireli Sofa, S.H, mengatakan, tercatat ada 11 kejadian di Padang Panjang yang diakibatkan angin kencang ini.


"Ada beberapa titik di Padang Panjang yang mengalami kejadian pohon tumbang. Di Kelurahan Bukit Surungan, Ganting, Guguk Malintang, Pasar Usang, Silaing Bawah. Dalam kejadian tersebut, juga menimpa satu unit mobil di halaman parkir Balaikota. Juga ada beberapa rumah dan infrastuktur lainnya yang mengalami kerusakan akibat pohon tumbang," ungkapnya.


Menyikapi cuaca ekstrem, angin kencang dan intensitas hujan tinggi ini, dia meminta kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak perlu panik. Apabila ada kejadian, segera laporkan ke BPBD agar bisa dilakukan penanganan dan evakuasi dengan cepat. (syam)



adsen