Antisipasi Kecurangan Ujian Tulis Berbasis Komputer, UNP Gunakan Alat Ini -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Antisipasi Kecurangan Ujian Tulis Berbasis Komputer, UNP Gunakan Alat Ini

Selasa, 27 April 2021

.


Padang, fajarsumbar.com  - Guna mengantisipasi adanya kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Gelombang II di Pusat UTBK Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Panlok 142 Universitas Negeri Padang (UNP) menggunakan metal detector.


Penggunaan alat detector sendiri, dimaksudkan untuk memeriksa serta mendeteksi adanya peralatan komunikasi seperti ponsel dan alat komunikasi lainnya yang bisa dibawa peserta UTBK ke dalam ruang ujian.


Sebelumnya pernah terjadi adanya kasus kecurangan yang dilakukan peserta UTBK dan terjadi pada beberapa Panlok lain di Indonesia.


“Kalau tidak diawasi dengan ketat, maka peserta yang membawa alat komunikasi tersebut, akan ada potensi peserta merekam soal di layar komputer dan membagikannya ke pihak tertentu”, kata Ahmaddul Hadi, M.Kom Bagian Data Pengawas UTBK.


Menurutnya, pada pelaksanaan UTBK Gelombang II  yang dimulai tanggal 26 April sampai 2 Mei 2021 di Panlok 142 UNP, maka seksi Pengawas sendiri melibatkan 515 orang pengawas dengan menggunakan 65 labor ujian pada 10 Lokasi yang berada di kampus UNP Jalan Profesor. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang.


Koordinator Pengawas UTBK LTMPT Panlok 142 UNP Dr. Suryanef, M.Si mengatakan, bahwa timnya terus meningkatkan kinerja pengawas berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan UTBK Gelombang I, dan pihaknya menghimbau agar pengawas bisa memahami Stanfar Oprasional Prksedur (SOP) yang ditentukan oleh LTMPT dalam menjalankan tugas dan fungsi kepengawasannya.


“Karena kelalaian pengawas bisa berakibat fatal terhadap keberhasilan atau kelulusan peserta UTBK, untuk itu diminta pengawas bekerja sesuai SOP," kata Dosen FIS UNP ini


Dalam penyelenggaraan UTBK di UNP itu, dilibatkan sejumlah dosen dibagian kepanitiaan dan kepengawasan yang terdiri dari Dr. Suryanef, M.Si dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Dr. Erianjoni, M.Si FIS, Yulianto Santoso, M.Pd Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Ahmaddul Hadi, M.Kom Fakultas Teknik (FT) dan Oki Trinanda, M.M Fakultas Ekonomi (FE). (Rel/rdz)



adsen