Bangkitkan Potensi Koreografi, SEKOCI Mentoring 10 Koreografer Muda -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bangkitkan Potensi Koreografi, SEKOCI Mentoring 10 Koreografer Muda

Kamis, 15 April 2021
.


Padang, fajarsumbar.com - Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan seni berjalan seiring ruang dan waktu. Perkembangan dan pertumbuhan seni, khususnya tari di Indonesia turut dipengaruhi oleh koreografer-koreografer yang berasal dari kebudayaan Minangkabau yang terbentang dalam geografis wilayah Sumatera Barat.


Sejak masa Hurijah Adam, Sofyani Yusaf Rahman, Gusmiati Suid, hingga awal dekade 2000-an muncul nama-nama yang membanggakan Sumatera Barat.


Diantara koreografer-koreografer yang dapat dikenal baik pada nasional maupun internasional seperti Indra Yuda, Susas Loravianti, Joni Andra, Herlinda Mansyur, Ali Sukri dan Hartati.


Namun kini, jarang sekali terdengar nama-nama koreografer muda yang muncul dan konsisten berkarya, baik di ajang nasional maupun Internasional. Ditambah lagi dengan kondisi dunia yang saat ini dilanda pandemi Covid-19 .


Dengan latar belakang ini, muncul gagasan para koregrafer (Indra Yuda, Susas Loravianti, Joni Andra, Herlinda Mansyur, Ali Sukri dan Hartati) untuk menciptakan sebuah wadah dalam bentuk platform guna membangkitkan kembali semua potensi yang ada di Sumatera Barat dengan nama SEKOCI (Serikat Koreografer Cahaya Indonesia).


Platform yang didirikan tersebut mengusung program yang bertajuk “Festival MenTARI 2021” dengan tema “Belakang Layar”.


Tujuan dari kegiatan ini adalah menerapkan metode mentoring secara intensif, efisien dan sistematis terhadap 10 koreografer Sumatera Barat yang terpilih dengan latar belakang akademisi seni (Marya Danche, Hendri, Afrizal, Yesriva Nursyam, Denny Mayosta, Syafrini, David Putra Yudha, Ifra Ganis, Mutya Rianti dan Nurima Sari).


Pendampingan ini dilakukan dalam bentuk kerja laboratorium (choreoLab) yang dibutuhkan dalam sebuah proses berkarya. Sehingga sesuai dengan kerja dalam program ini dengan istilah Teman Berproses sedangkan bentuk dari kegiatan mentoring yaitu berupa Ruang Reka-Cipta Tari.


Ketua pelaksana kegiatan festival ini, Susas Rita Loravianti berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda/ pegiat seni Sumatera Barat untuk menjalin kerjasama dan silaturahmi, kemudian menjadi kegiatan yang berkesinambungan setiap tahun.


Ia menyampaikan bahwa, kata MenTARI merupakan sebuah metafor yang memiliki maksud memulai cahaya terang dalam merancang kegiatan festival melalui mentoring/ pendampingan.


Hasil dari proses yang telah dilakukan selama 3 bulan, sebagai tujuan akhir program SEKOCI dengan Tema “Belakang Layar” pada tahun 2021 ini dipertunjukkan di Gedung Teater Mursal Esten, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (6-8 April 2021) dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.


Kegiatan Festival MenTARI 2021 ini juga tidak terlepas dari jalinan kerjasama beberapa perguruan tinggi/ intansi, yaitu Universitas Negeri Padang, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, UPTD Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Djarum Fondation (Bakti Budaya). Sedangkan penampilan karya 10 Koregrafer dalam Festival MenTARI akan tayang perdana pada Sabtu-Minggu (17-18/04/2021) pukul 15.00 wib⁣ melalui Youtube Indonesia Kaya⁣. (rel Hms)



adsen