Padat Karya Tunai Dimulai di Padang Panjang -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Padat Karya Tunai Dimulai di Padang Panjang

Kamis, 15 April 2021
Bantuan Rp300 diterima salah seorang perwakilan lokasi program Padat Karya Tunai di Padang Panjang.



Padang Panjang, fajarsumbar.com  - Program Cash For Work (CFW) atau program Padat Karya Tunai (PKT) dipercaya mampu menjadi salah satu langkah konkret  memperbaiki perekonomian masyarakat pada masa pandemi. 


Hal tersebut disampaikan Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran ketika melauncing saat membuka CFW di Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kamis (15/4).


Program CFW merupakan upaya mitigasi terhadap pandemi Covid-19 dengan memberikan penghasilan tambahan untuk kelompok berpenghasilan rendah. Ia berharap program CFW atau padat karya tunai ini dapat memulihkan geliat ekonomi keluarga secara bertahap dan meningkatkan konsumsi atau daya beli masyarakat.


“Dengan adanya program seperti ini, tentu sangat berdampak besar bagi kita, baik dari sisi ekonomi keluarga maupun keindahan lingkungan sekitar. Dengan program padat karya ini, perbaikan infrastruktur umum di lingkungan masyarakat, dikerjakan langsung oleh masyarakat setempat dan seluruh biayanya ditanggung pemerintah. Baik dari biaya bahan pekerjaan maupun upah pekerjanya,” jelas Fadly.


Ia menekankan untuk seluruh pembiayaan kegiatan CFW harus benar-benar dikelola dengan baik tanpa ada penyimpangan.

 

“Bantuan pemberdayaan masyarakat bagi enam kelurahan untuk perawatan pembangunan yang sudah ada, harus bebas dari penyimpangan. Pengawalan harus dilakukan untuk menghindari penyimpangan,” ujar Fadly Amran saat peluncuran CFW di Komplek Masjid Asasi Sigando tersebut.


Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Wita Desi Susanti, ST mengatakan, untuk tahun 2021 ini, kegiatan CFW dilakukan di 6 kelurahan yang berada di Padang Panjang Timur.

 

“Yakni di Kelurahan Ganting, Sigando, Koto Katik, Ngalau, Ekor Lubuk dan Koto Panjang,” urai Wita.   

Setiap kelurahan yang menjadi lokasi CFW, mendapat dana  Rp300 juta untuk kegiatan yang sifatnya rehab kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat. (syam)



adsen