Pedagang di Pasar Gelugur Rantauprapat Sering Kecurian, Korbannya Lapor Polisi -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Pedagang di Pasar Gelugur Rantauprapat Sering Kecurian, Korbannya Lapor Polisi

Selasa, 27 April 2021
.


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Pedagang kaki lima yang berjualan di pasar Gelugur Rantauprapat mengeluh akibat barang dagangannya sering hilang. 


Tak tahan dengan yang mereka rasakan, Nurhanipa Siregar salah satu pedagang buah yang juga menjadi korban melaporkannya ke Polres Labuhanbatu, Senin (26/4/2021).


"Iya tadi pagi saya melaporkan kejadian ini ke polisi dan laporannya udah diterima," sebutnya.


Nurhanifa menambahkan, pencuri buah yang berlangsung pada Minggu (25/4/2021) sekira pukul 02.30 Wib itu sempat terekam kamera CCTV saat melakukan aksinya. 


Terlihat seorang pria menggunakan kaos, celana pendek dan memakai sendal dengan santai membuka kunci pintu gerbang masuk area jualan dan langsung memboyong 1 kotak apel miliknya. 


"Paginya kami kaget mau nyusun buah udah hilang, udah jualan sulit, sepi pembeli, ini malah hilang lagi dagangan kami. Padahal dimasa Covid-19 ini paling pun Rp20 ribu untung jualan perharinya, ini malah hilang, udah mau lebaran, kayak manalah kami ini," ucapnya sedih.


Dengan adanya rekaman kamera CCTV tersebut, Nurhanipa berharap dapat membantu pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku.


"Kami sangat berharap pak polisi dapat segera menangkap yang nyuri inilah, kami minta tolong sama pak polisi," katanya.


Nurhanipa kembali menambahkan, kejadian kehilangan ini bukan yang pertama kali dialaminya, bahkan sebelum bulan Ramadhan ini, timbangan duduk ukuran 30 kg miliknya juga hilang.


"Belum lama ini hilang timbangan kami, dulu Rp600 ribu harganya itupun ku kredit belinya, sebelumnya juga buah pun sering berkurang isinya, salak apel, buah pir. Kami pedagang kecil," bilangnya.


Tak hanya itu, sekitar seminggu yang lalu pedagang bawang merah yang bernama Andi juga mengalami hal yang sama, bawang seberat 30 kg yang jika diuangkan senilai Rp900 ribu itu hilang. Ia juga telah melaporkan kejadian ini ke pihak security pasar Gelugur.


"Iya bawang hilang, kalau kami pedagang kecil bawang 30 kg kan terasa kali sama kami, waktu itu kami lapor ke security, cemana kok bisa hilang? Paling itulah jawaban orang itu," ucapnya.


Andi juga ingin melihat siapa pencuri dagangan miliknya, namun beberapa CCTV yang disediakan oleh pihak pasar Gelugur tidak berfungsi.


"CCTV nya yang arah ke jualan kami ini gak fungsi, udah kami cek, yang beda arahlah yang aktif," katanya.


Tak sampai di situ, pedagang yang bernama Mak Eni juga kehilangan barang dagangannya berupa mie sebanyak 5 bal, pedagang berikutnya yaitu lama juga sudah 4 kali kehilangan daun sebanyak 150, dan 80 ikat dengan harga jual per ikatnya Rp1,5 ribu.


Berikutnya pedagangan yang bersebelahan dengan ibu Lama ini juga mengalami hal yang sama. Dagangan berupa kaos kaki, jilbab dan mukenah yang jika ditotalkan sekitar Rp2 juta juga hilang beberapa bulan yang lalu.


Plt Kadisperindag Kabupaten Labuhanbatu Chairuddin Nasution saat dikonfirmasi perihal kejadian tersebut mengatakan belum ada menerima laporan tentang hal itu dari Kepala Unit Pelaksana Teknis pasar Gelugur.


"Saya belum ada menerima info tentang itu dari Ka UPT, coba saya konfirmasi dulu ke UPT ya. Sekedar informasi bahwa untuk pengelolaan pasar secara teknis di kelola oleh UPT," sebutnya. (Randi)



adsen