Jangan Gegara Kaki Ayah Diamputasi Kamu Putus Kuliah Nak -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Jangan Gegara Kaki Ayah Diamputasi Kamu Putus Kuliah Nak

Minggu, 02 Mei 2021
Man Asri yang kakinya siap diamputasi, melihat istrnya lagi mengerjakan warung , untuk menyambung hidup keluarganya.


Solsel, fajarsumbar.com - Man Asri panggilan Ayi (40) warga Jorong Ampalu, Nagari Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan (Sumbar) yang menderita tumor ganas dikaki kirinya itu sudah diamputasi.


Kini pria tanggung itu harus menerima keadaan dan harus rela kehilangan satu buah kaki kirinya, dan Dia harus beraktifitas menggunakan alat bantu tongkat, sebagian pekerjaan rutinya harus digantikan oleh sang istri.


Pria bertubuh kekar itu saat dijumpai Media Dia berusaha senyum serasa tidak ada masalah dengan dirinya, Dia hanya mengeluh dengan kondisi nekas operasinya yang membemgkak.


Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak terutama warga Nagari Koto Baru Seribu Rumah Gadang, yang sudah peduli dan membantu kondisi penyakit yang Saya derita ini.


"Jujur saja Saya hampir putus asa dengan kondisi penyakit kanker yang Saya alami sejak dua tahun yang lalu," tutur pria pekerja kuli bangunan itu.


Sejak diketahuinya penyakit Saya oleh kelompok Saribu Rumah Gadang, banyak simpatisam berdatangan, berikan obat, motifasi, bahkan dana untuk berobat.


Diceritakan, penyakitnya itu datang secara tiba tiba dan tidak ada sebab musababnya, hanya saja sedikit merasa benjol dan gatal, lalu lama kelamaan dan dalam waktu singkat semakin hari semakin memnesar, membengkak lalu berair dan mengeluarkan nanah.


Sudah berobat kesana kemari, media dan obat kampung, namun kondisinya sangat mengerikan, datanglah sejumlah pemuda Nagari Koto Baru membujuk Saya untuk berobat dan memberikan sedikit bantuan.


Mau tidak mau, kaki Saya harus diampu tasi, kalau tidak mungkin lebih parah lagi, dua bulan susah dioperasi, kaki ini masih ada masalah dibagian lutut terjadi lagi pembengkakan dan bintik bintik seperti mau menanah, kembali Saya dibawa kerumah sakit untuk diobati, sampai saat ini pembengkakan masih dirasakan.


Sebenarnya siapa sih yang tidak akan sedih, kecewa dan malu, karena tidak lagi memiliki organ tubuh yang lengkap, namun Saya dan keluarga masih bersyukur.


"Sampai saat kini masih diberi nafas dan umur, sebagian orang sudah diambil nafasnya oleh Allah," sahutnya.


Kini semua pekerjaan dilakukan oleh istri dan anak anak, saat ini Saya bersama Istri sedang nerusaha membuat sebuah warung kecil untuk menghidupkan ekonomi keluarga dan dananua ini sebagian atas bantuan warga juga.


"Karena Saya tidak lagi bisa bekerja maksimal, makanya Saya bangun warung kecil," ucap bapak dua anak itu.


Sudalah kondisi seperti ini, ekonomi sulit, anak anak sedang membutuhkan biaya, dua orang anak lagi melanjutkan studinya satu orang di MAN dan yang satu lagi kuliah di UIN Padang.


Aprina istri Ayi mengatakan, sejak suaminya sakit dua tahun yanh lalu, memang ekonomi kami semakin hari semakin tidak menentu, anak anak sedang butuh biaya, apalagi anak perempuan keduanya, namunereka tidak putus asa melihat.kondisi ayahnya yang sudah memiliki kaki satu dam jika nerjalan harus pakai tongkat bantu


" Kami tidak malu dan kami sayang sama Ayah, biarpun kaki Ayah diamputasi, kami masih memiliki Ayah," tuturnya sedih.(Abg)



adsen