Proyek IPA.KAP.30L/DET SPAM IKK Batang Sako Tapan Dikeluhkan Warga -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Proyek IPA.KAP.30L/DET SPAM IKK Batang Sako Tapan Dikeluhkan Warga

Rabu, 05 Mei 2021
Beginilah pengerjaan proyek tersebut yang menjadi keluhan warga sekitar



Painan Fajarsumbar.com - Proyek pembangunan IPA.KAP.30L/DET SPAM IKK Batang Sako Tapan, Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) jadi keluhan masyarakat sekitar.


Proyek Dinas PU Provinsi Sumatera Barat yang bernilai Rp14 miliar lebih itu tidak diketahui kontraktor mana yang mengerjakannya, sebab di lokasi itu tidak ada plang proyek yang ada cuma plang dari PU Sumatera Barat.


Pantauan fajarsumbar.com, galian tanah proyek tersebut dibuang sembarangan, sehingga anak sungai tertimbun tanah galian dan sekarang aliran air mengalir ke perkebunan sawit warga.


Ini menjadi keluhan masyarakat sekitar dan warga tidak tahu mengadu kemana permasalahan tersebut, sebab proyek itu tidak diketahui siapa kontraktor yang mengerjakan. 


Padahal seharusnya proyek berskala dengan dana miliaran rupiah ada mestinya ada plang proyek dan kapan mulai pengerjaan dan kapan selesainya serta berapa pagu dananya.


Kini jadi keluhan warga, bila dibiarkan berlama-lama bisa berdampak buruk ke tanaman sawit yang menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar.


"Sudah satu Minggu air sungai ini keruh dan kuning, kami kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk memasak dan mencuci. Hanya sungai inilah satu satunya akses air bersih untuk keperluan kebutuhan rumah tangga warga sekitar. Tidak tahu kemana kami akan mengadu, kami hanya orang kecil," ungkap Surianto salah satu tokoh masyarakat sekitar kepada fajarsumbar.com, Rabu (5/5/2021).


Selain tidak memiliki papan plang, proyek tersebut diduga tidak memiliki AMDAL karena tanah galian di buang ke sungai Batang Tapan. Akibatnya air sungai tercemar dan menjadi kuning.


Menurut salah seorang pemerhati lingkungan hidup Ja'far mengatakan, semenjak proyek ini berjalan masyarakat banyak yang protes karena tidak dilibatkan dalam bekerja. Sementara tanah hasil galian dibuang sembarangan dan menimbun anak sungai, sehingga air anak sungai menggenangi kebun warga. Perihal itu sudah dilaporkan warga ke Polsek Tapan. (wandi)



adsen