Wako Fadly Amran Sampaikan Rencana Pemanfaatan Stasiun Kereta Api ke Dirut PT KAI -->

Mgid Bawah Bapenda

Wako Fadly Amran Sampaikan Rencana Pemanfaatan Stasiun Kereta Api ke Dirut PT KAI

Rabu, 26 Mei 2021
Walikota Padang Panjang Fadly Amran berdialog dengan  Dirut PT KAI Didiek Hartantyo.


Padang Panjang, fajaraumbar.com  - Upaya Pemko Padang Panjang untuk pengembangan Stasiun Kereta Api sebagai destinasi wisata baru  terus dilakukan. Setelah beberapa waktu lalu bertemu Menneg BUMN, Erick Thohir 2 April dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub pada 14 Januari, maksud yang sama disampaikan langsung kepada Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo, Senin (24/5).


Difasilitasi anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar, H. Andre Rosiade, S.E, pertemuan dengan petinggi PT KAI itu, selain diikuti Walikota, H. Fadly Amran, turut diikuti lima kepala daerah lainnya dari Sumbar. Seperti Walikota Bukittinggi, Erman Safar, Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra. 


Ada tiga isu utama yang dipaparkan rombongan kepada Didiek. A ntara lain menyangkut pemanfaatan aset PT KAI untuk fasilitas publik, rencana pengembangan kereta api wisata dan pengembangan potensi angkutan logistik di Sumbar.


Dalam kesempatan itu Wako Fadly Amran meminta PT KAI mengizinkan pemanfaatan aset perusahaan itu lantaran asetnya seperti tak terpakai, padahal punya potensi sebagai destinasi wisata. 


“Rencananya akan dibangun museum kereta api sebagai bagian pengembangan kawasan wisata alam dan sejarah perkeretaapian Padang Panjang,” ujar Fadly.


Fadly memaparkan rencana induk pengembangan yang dibagi menjadi empat area. Untuk Area A  meliputi kawasan Stasiun KA hingga Jembatan Tinggi, dikembangkan berupa museum dan taman teknologi kereta api bergigi, diorama dan multimedia sejarah kereta api, gerbong KA untuk counter aneka kuliner, counter cenderamata, counter informasi pariwisata. 


“Untuk Area B dan C yang meliputi kawasan rumah dinas PT.KAI, disulap menjadi premium guest house, premium café/restaurant, galeri songket sulaman cenderamata Minangkabau, gedung pertemuan/pameran. Di Area D di Monumen korban kecelakaan KA, dijadikan Taman Monumen Makam,” papar Fadly seraya menyebutkan rencana ini juga masuk dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan  Padang Panjang 2020-2025 sebagai kawasan strategis pariwisata kota. 


Mendengar pemaparan Fadly dan kepala daerah lainnya serta masukan dari Andre Rosiade itu, Didiek menyambut baik seluruh isu-isu strategis pemanfaatan aset PT. KAI tersebut. Didiek akan mempelajari proposal kerja sama yang diajukan agar bisa segera terealisasi.


“Harapannya, dalam waktu tak terlalu lama, kami akan lakukan kunjungan balasan ke Sumbar untuk melihat langsung kondisi aset yang dimaksud. Semoga kolaborasi ini bisa segera terwujud,” kata Didiek yang didampingi Direktur Niaga, Dadan Rudiansyah, Direktur Keselamatan dan Keamanan, John Robertho, Direktur SDM dan Umum, Agung Yunanto dan Direktur Keuangan, Salusra Wijaya. (syam)