Bocah Surabaya Tewas Dianiaya Tetangga Baru, Persembunyian Pelaku Terlacak -->

IKLAN MGID ATAS

Bocah Surabaya Tewas Dianiaya Tetangga Baru, Persembunyian Pelaku Terlacak

Rabu, 09 Juni 2021

  

Ilustrasi/Foto: istimewa

Surabaya - Seorang bocah di Surabaya diduga menjadi korban penganiayaan tetangga baru hingga tewas. Kini polisi sudah melacak persembunyian pelaku.


Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya melalui Kanit Resmob Iptu Arif Rizky Wicaksana membenarkan, pihaknya sudah mengantongi lokasi terduga pelaku penganiayaan tersebut. Namun ia enggan membeberkan lebih jauh.


"Kami sudah kantongi tempat persembunyian pelaku, tim saat ini sedang merapat ke lokasi. Yang jelas tempat lokasi persembunyian di luar Kota Surabaya," kata Iptu Arif kepada detikcom, Rabu (9/6/2021).


Sang bocah yang menjadi korban penganiayaan yakni JM (12). Ia tinggal di Jalan Kupang Krajan, Surabaya. Korban yang berstatus pelajar SD tersebut dikabarkan mengembuskan napas terakhir pada Rabu (3/6), setelah enam hari dirawat intensif di RSU dr Soetomo.


Paman JM yang bernama FP (36) membenarkan kabar duka tersebut beberapa hari lalu. FP juga menjelaskan soal dugaan penganiayaan terhadap keponakannya tersebut. Menurutnya, penganiayaan itu terjadi pada Rabu (26/5) sekitar pukul 14.00 WIB, di sebuah kamar kos di kawasan Kupang Krajan V, Surabaya.


Ia menambahkan, dugaan penganiayaan tersebut sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Terlapor yakni seorang pria berinisial W (46) warga Garut, Jawa Barat.


"Jadi ada yang melihat jika korban (JM) dijemput oleh dua orang anaknya dari terduga pelaku. Jadi diajak main ke tempat kosnya itu di Kupang Krajan," ungkap FP.


Kala itu, FP kemudian menerima laporan bahwa keponakan telah bersimbah darah di kamar kos yang tidak jauh dari rumah JM. FP kemudian mendatangi kos tersebut.


"Ternyata betul kondisinya seperti itu, sudah sekarat. Akhirnya dilarikan ke rumah sakit, dirawat selama enam hari," lanjut FP.


Saat di kamar kos, FP menemukan bata paving dan selimut yang sudah penuh darah. Selain itu, handphone milik korban juga hilang. "Yang pasti ada batu paving dan selimut-selimut yang sudah berdarah. Tapi semuanya (barang bukti) sudah diamankan di Polres. (Barang yang hilang) HP," kata FP.


Ia menegaskan, pihak keluarga tidak saling kenal dengan terduga pelaku penganiayaan. Sebab terduga pelaku merupakan penghuni baru di kos tersebut.


"Tidak kenal, kan mereka baru empat hari menempati (kos) sebelum hari kejadian," pungkasnya. (*)