Realisasi PAD Padang Panjang Pada 2020 Naik -->

IKLAN MGID ATAS

Realisasi PAD Padang Panjang Pada 2020 Naik

Rabu, 09 Juni 2021
Walikota Fadly Amran menyerahkan jawaban atas pemandangan umum fraksi kepada Ketua DPRD Mardiansyah.


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun 2019. 


Hal itu disampaikan waliko Fadly Amran ketika  menyampaikan nota jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Padang Panjang atas Ranperda  Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, di gedung DPRD, Rabu (9/6).


"Berkaitan dengan tanggapan PAD tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19, kita telah berupaya optimal untuk meningkatkan PAD. Ini dapat dilihat dari realisasi PAD tahun 2020 lebih tinggi  dibandingkan realisasi 2019," katanya  dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md bersama Wakil Ketua, Imbral, S.E,.


PAD yang dianggarkan  Rp67.181.021.098,66 dapat direalisasikan sebesar Rp79.428.802.696,06 atau 118,23%. Terdiri dari pajak daerah, yang dapat direalisasikan sebesar Rp 7.826.867.948,00 atau 110,75%.


Retribusi daerah yang dianggarkan Rp4.389.233.520,00 dapat direalisasikan Rp4.656.919.048,15 atau 106,10%. 

Lalu pendapatan Hyasil pengelolaan kekayaan daerah yang  dianggarkan Rp6.313.227.292,00 dan dapat direalisasikan  Rp6.313.227.292,00 atau 100,00%.


Lain-lainya Pendapatan Asli Daerah yang Sah, yang dianggarkan Rp49.411.210.286,66 direalisasi Rp60.631.788.407,91 atau 122,71%.


Menurut walikota  capaian tersebut tidak terlepas dari upaya semua pihak untuk tetap meningkatkan pajak dan retribusi daerah. 


"Berkaitan dengan saran dan harapan agar kami lebih aktif dalam mendapatkan DAK, hal ini telah diupayakan dengan terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Tentunya dimasa datang hal ini akan lebih diintensifkan sesuai dengan arah kebijakan pusat dan ketentuan berlaku,” jelas walikota.


Berkaitan dengan tanggapan fraksi tentang Dana Insentif Daerah (DID) yang dapat dicapai sesuai target, namun lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dijawab walikota, kondisi ini dipengaruhi adanya perubahan indikator yang dinilai. 


Pada tahun 2020 Padang Panjang hanya memenuhi syarat untuk satu indikator. Alhamdulillah, untuk tahun 2021 ini berhasil memenuhi syarat untuk dua indikator, sehingga DID Padang Panjang mengalami kenaikan. (syam)