Terapkan Prokes Ketat, Wabup Pessel Tinjau Pilwana IV Jurai dan Bayang -->

IKLAN MGID ATAS

Terapkan Prokes Ketat, Wabup Pessel Tinjau Pilwana IV Jurai dan Bayang

Selasa, 08 Juni 2021

Bupati saat meninjau pelaksanaan pilwana serentak di Pessel, Selasa (8/6).


Pesisir Selatan - Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rudi Hariansyah, meninjau pelaksanaan pemilihan wali nagari (Pilwana) serentak yang digelar Selasa (8/6). 


Ikut mendampingi wakil bupati dalam peninjauan tersebut, Kapolres Pessel yang diwakili Kabag Ops Kompol Arsyal, Kepala DPMDP2KB Pessel, Wendi, Kabag Humas dan Protokoler Sekdakab Pessel, Rinaldi, dan beberapa pejabat eselon II dan III lainnya.


Peninjauan  diawali dengan mendatangi TPS 3 Nagari Painan Selatan, tepatnya di SDN  08 Painan, dan dilanjutkan ke TPS 1 di Carocok Painan, dan TPS 9 Nagari Sago Kecamatan IV Jurai, hingga TPS 4 Pasar Baru Kecamatan Bayang.


Dalam peninjauan tersebut Wabup Rudi Hariansyah, melakukan dialog singkat dengan anggota KPPS dan pimilih pada TPS yang dikunjunginya.


"Peninjauan ini dilaksanakan dalam rangka memastikan bahwa pelaksanaan Pilwana berjalan lancar dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Rudi.


Dikatakan dari hasil pantauan pada sejumlah TPS tadi, Pilwana berjalan lancar dan pemilih antusias datang ke TPS.


Pada kesempatan itu,  Wabup Rudi, berpesan kepada KPPS dan panitia Pilwana agar melaksanakan pilwana selalu memperhatikan protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.


Menurutnya, pelaksanaan pilwana tahun dilaksanakan dimasa pandemi covid 19, sehingga dituntut adanya kedisiplinan  dengan protokol kesehatan, agar pelaksanaan pilwana tidak  menimbulkan klaster baru di Pesisir Selatan.


" Kita tidak ingin Pilwana membentuk klaster baru covid 19 di daerah ini,"  katanya.


Sementara itu, Kepala DPMDP2KB Pessel, Wendi, mengatakan, Pilwana serentak tahun 2021 ini diselenggarakan pada 31 nagari dari 182 nagari yang ada di Pessel. 


"Nagari-nagari itu, tersebar di 13 kecamatan dari 15 kecamatan dengan jumlah wajib pilih sekitar 76 ribu jiwa, " kata Wendi.


Dikatakan, pihaknya menargetkan partisipasi pemilih sebesar 80 %  atau minimal lebih besar  dari partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2020 lalu, 68 %.


Pihaknya optimis target tersebut tercapai karena  pemimpin yang dipilih dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.(wandi)