UPUBKB Padang Panjang Raih Akreditasi A dari Kemenhub -->

IKLAN MGID ATAS

UPUBKB Padang Panjang Raih Akreditasi A dari Kemenhub

Kamis, 03 Juni 2021
Wakil Walikota Padang Panjang ketika menerima  piagam Akreditasi A dari Kemenhub.



Padang Panjang, fajarsumbar.com - Komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan  di bidang pengujian kendaraan bermotor Unit Pengujian Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Kota Padang Panjang akhirnya membuahkan hasil maksimal, meraih akreditasi A dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 


Penetapan akreditasi A tersebu melalui keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si Nomor KP-DRJD 1616 Tahun 2021. 


Wakil walikota Padang Panjang, Drs. Asrul didampingi Kadis Perhubungan, I Putu Venda, S.STP, M.Si, Kabag Umum Setdako, Delfianto, ST, serta Kasubag Umum Kepegawaian Dishub, Hendry Firman, S.E, menerima secara langsung sertifikat Akreditasi A dari Dirjen Perhubungan diwakili Kasubdit Uji Berkala Kendaraan Bermotor, Tarma, SSiT, M.MTr, Kamis (3/6), di Jakarta.


"Alhamdulillah, setelah dua tahun berbenah sejak 2019 silam, UPUBKB yang sebelumnya terakreditasi B, kini menjadi akreditasi A di tahun 2021 ini. Hal tersebut tak luput dari upaya memberikan layanan terbaik, berbenah dan melengkapi berbagai kekurangan," ungkap Asrul. 


Sementara I Putu Venda menyampaikan, untuk Sumbar,  hanya Kota Padang Panjang yang meraih akreditasi A. 


"Tahun 2021 ini yang mendapatkan akreditasi A hanya 9 daerah di Indonesia. Tahun sebelumnya  21 daerah, sehingga totalnya menjadi 30 daerah yang sudah akreditasi A di Indonesia," tuturnya.


Dijelaskannya, persyaratan yang diminta sudah terpenuhi di UPUBKB Padang Panjang sejak tahun 2020 lalu. Di antaranya memiliki gedung sendiri, punya alat uji keur yang lengkap, terkonektivitas ke Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor (SIM PKB) Kemenhub, telah mengaplikasikan penggunaan Smart Card BLUe (Bukti Lulus Uji Elektronik) dan menggunakan system cashless (non tunai) dalam pembayaran uji keur.


Dengan terakreditasi A, akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelayanan uji keur serta pendapatan asli daerah (PAD). 


"Saat ini saja, ada enam daerah yang menumpang uji keur ke Padang Panjang,” jelas Venda.


Menumpangnya enam daerah itu, jelas Venda, lantaran ada yang belum terakreditasi dan belum bisa mengaplikasikan BLUe, sehingga belum bisa melayani uji keur di daerahnya. 


Keenamnya merekomendasikan menumpang uji keur (pengujian berkala kendaraan bermotor wajib uji-red) ke UPUBKB Padang Panjang.


Dengan kepercayaan enam daerah itu ke Padang Panjang, terangnya lagi, terjadi peningkatan signifikan jumlah layanan di UPUBKB.


 “Biasanya dalam sehari kita melayani uji keur lima kendaraan. Saat ini sudah mencapai 25-30 kendaraan per hari. Ini berimbas pada stok Smart Card BLUe kita. Sementara kita belum menganggarkan penambahannya,” paparnya.


Menanggapi kondisi ini, jelas Venda, Kemenhub melalui Mohamad Risal Wasal meminjamkan 2.000 set kartu BLUe tersebut, guna mengantisipasi terputusnya pelayanan uji keur. (syam)