Was-was Warga India Bikin Abu Ribuan Jenazah Tak Diambil Keluarga -->

IKLAN MGID ATAS

Was-was Warga India Bikin Abu Ribuan Jenazah Tak Diambil Keluarga

Sabtu, 05 Juni 2021

  

Foto: Ilustrasi penanganan Corona di India (AP Photo/Mahesh Kumar A, File)

Jakarta - Kasus harian COVID-19 di India terus mengalami peningkatan. Tercatat, lebih dari 100 ribu kasus bertambah setiap harinya.


Mengutip dari Times of India, jumlah kasus harian Corona di India pada Jumat (4/6/2021) sebanyak 132.364. Total, ada 28.574.350 orang di India terpapar virus Corona.


Saat ini, kasus aktif COVID-19 di India sebanyak 1.635.993. Sementara, pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada 26.597.655 dan meninggal dunia sebanyak 340.702.


Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021) abu dari 1.200 jenazah korban COVID di India ditenggelamkan di sungai setempat. Hal ini dilakukan otoritas India karena abu tersebut tidak diklaim atau diambil pihak keluarga usai proses kremasi selesai dilaksanakan.


Salah satunya yang terjadi di pusat krematorium Sumanahalli, pinggiran Bangalore, India. Banyak guci tanah yang berisi abu jenazah korban COVID di India menumpuk, sebagaimana dikutip detikNews.com.


Di tepi Sungai Cauvery, Bangalore, Negara Bagian Karnataka, ritual seremoni Hindu dipimpin oleh pendeta Hindu dan pejabat wilayah Karnataka, R Ashoka, di desa Belakvadi, yang berlokasi 125 kilometer dari Bangalore.


Dalam ajaran agama Hindu, penenggelaman atau penaburan abu jenazah di sungai yang dianggap suci diyakini akan membebaskan jiwa orang yang meninggal dunia.


Sebelum ritual penenggelaman, abu-abu jenazah disemayamkan di tepi sungai. Guci dihiasi bunga warna merah dan kuning.


Alasan Warga Tak Ambil Abu Keluarga Takut Tertular


Ada sejumlah alasan kenapa abu-abu jenazah korban COVID di India tidak diambil pihak keluarga. Menurut pekerja krematorium setempat, faktor kemiskinan pihak keluarga menyebabkan mereka tidak mampu menyelenggarakan ritual.


Sementara ada pula yang khawatir akan tertular corona di krematorium.


"Dalam satu keluarga, dua atau tiga anggotanya mungkin meninggal karena Corona dan beberapa orang takut tertular jadi mereka tidak mengambilnya (abu jenazah-red)," tutur kontraktor Krematorium TR Mills Bangalore, Kiran Kumar, kepada AFP.


Ribuan Anak India Kehilangan Orang Tua


Melansir dari DW, sejak pandemi COVID di India merebak, ribuan anak kehilangan orang tua. Menurut Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak (NCPCR) India, ada1.700 anak jadi yatim piatu, 7.400 lainnya kehilangan salah satu orang tuanya serta ada 140 anak yang ditelantarkan.


Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pun mengumumkan akan memberi bantuan senilai 1 juta rupee (setara Rp 195 juta) yang akan diberikan untuk setiap anak dari usia 18-23 tahun melalui skema PM-CARES. Pemerintah negara bagian juga mengumumkan hal serupa.(*)