Ekonomi AS Bangkit, 850 Ribu Lowongan Kerja Baru Terbuka -->

IKLAN ATAS

Ekonomi AS Bangkit, 850 Ribu Lowongan Kerja Baru Terbuka

Minggu, 04 Juli 2021

 

 

AS menambah 850 ribu pekerjaan baru selama Juni 2021. Ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi AS berjalan lebih cepat dari ekspektasi. Ilustrasi. (AP/Seth Wenig).


Jakarta Amerika Serikat (AS) membuka 850 ribu lowongan kerja baru selama Juni 2021, yang merupakan peningkatan terbesar sejak 2020 lalu. Jumlah ini mengindikasikan pemulihan ekonomi terjadi lebih cepat dari perkiraan sejumlah pengamat.


Kepala ekonom Washington Center for Equitable Growth Kate Bahn mengatakan Juni merupakan "bulan yang gemilang" bagi sektor ketenagakerjaan meski masih banyak tantangan lainnya di tengah pandemi covid-19.


"Ini baru fondasi yang baik untuk dikembangkan," kata Bahn seperti dikutip CNN Business, Minggu (4/7).


Sektor perhotelan dan rekreasi tumbuh paling kencang dengan jumlah pekerjaan baru paling banyak, yakni 343 ribu lowongan kerja. Sebagian besar pekerjaan di sektor tersebut mencari pegawai restoran dan bar, sebagaimana juga dikutip cnnindonesia.com.


Meski terjadi peningkatan, pasar ketenagakerjaan AS dianggap masih jauh dari normal. Jumlah lowongan kerja AS saat ini turun 6,8 juta dibandingkan Februari 2020.


Menurut laporan Washington Center for Equitable Growth, 6,2 juta orang AS saat ini masih tidak bekerja sama sekali atau bekerja dengan beberapa pengurangan kalau dibandingkan masa sebelum pandemi.


Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, tingkat pengangguran AS pada Juni lalu mencapai 5,9 persen atau naik 0,1 persen dari sebulan sebelumnya.


Kenaikan itu dinilai bukan semata-mata karena pemutusan hubungan kerja di tengah pandemi.


Menurut data pemerintah AS, jumlah warga yang keluar dari pekerjaan mereka secara sukarela untuk mencari peluang baru justru meningkat tajam dari 164 ribu menjadi 942 orang pada Juni lalu. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak November 2016 lalu.


Selain itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran di Negeri Paman Sam juga turun ke level terendah dalam hampir 15 bulan pada awal Juni lalu. Di sisi lain, harga-harga konsumen meningkat kuat pada Mei.


Namun, kondisi perekonomian yang berangsur pulih dinilai tidak merata dan tidak dirasakan seluruh kalangan warga AS. Kesulitan perekonomian selama pandemi dinilai masih berdampak terutama bagi para pekerja berpenghasilan rendah dan pekerja non-kulit putih.


Hal itu dinilai terlihat dalam tingkat pengangguran berdasarkan kelompok demografis. (*)