Fungsikan Tali Tigo Sapilin untuk Kemajuan Daerah -->

IKLAN ATAS

Fungsikan Tali Tigo Sapilin untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 08 Juli 2021
Dt Parpatih 


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Tokoh masyarakat Kelurahan Manggih Gantiang, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) Dt. Perpatih menyebutkan, setiap daerah di Ranah Minang harus kembali memfungsikan tali tigo sapilin untuk membangun daerah.


Tali tigo sapilin itu terdiri dari, ninik mamak (tokoh adat), alim ulama (tokoh agama) dan generasi muda. Ketiga unsur itu tidak bisa dipisahkan, harus seiring sejalan untuk membangun nagari.


Hal itu dikatakan tokoh masyarakat Sanjai, Kelurahan Manggih Gantiang, Dt Parpatih kepada fajarsumbar.com di Pincuran Gaung Bukittinggi, Kamis (8/7/2021).


Di Minangkabau dari dulu telah terbentuk dimasyarakat yang namanya tali tigo sapilin yang terdiri, ninik mamak, alim ulama dan generasi muda. Ketiga unsur ini bersatu menjadi kekuatan, dapat menyelesaikan yang terjadi di tengah masyarakat.


Menurut Dt Parpatih, fungsi tokoh adat, agama dan pemuda, kelurahan dari pemerintah dan LPM menyatu dalam bermusyawarah yang menghasilkan kekuatan dalam mensejahteraan masyarakat di daerah khususnya di Kelurahan Manggih Gantiang.


Salah satu contoh, terjadinya kebakaran baru-baru ini, yang meludeskan sebuah rumah penduduk, mereka ini tergolong menengah ke bawah. Dengan kekuatan yang telah bersatu di tengah masyarakat, rumah yang terbakar bisa didirikan kembali secara gotong royong.


Ditambahkan Dt Parpatiah, selama ini warga Sanjai sulit mendapatkan dana Pokir Anggota DPRD. Sebelum pemilu berembuklah tokoh adat, agama, pemuda mencari siapa orang yang akan mewakili Kelurahan Manggih Gantiang duduk di DPRD Kota Bukittinggi.


Hasil rapat memutuskan Shabirin Rachmat yang juga sebagai Ketua LPM Kelurahan Manggih Gantiang sebagai utusan. Alhamdulillah dengan dukungan masyarakat Sanjai telah berhasil menjadi anggota Dewan priode sekarang.


Upaya masyarakat mengantarkan menjadi anggota DPRD Bukittinggi tidaklah mengecewakan, sekarang pemuda telah mempunyai usaha penernakan ikan. Perkebunan bawang, gilingan padi yang dikelola oleh pemuda yang didanai dengan Pokir Shabirin Racmat sebesar Rp500 juta dan juga dibantu dana dari Kelurahan Manggih Gantiang.


Yang menggembirakan hasil panen ikat, dijual kepada masyarakat Sanjai dengan harga murah dari pasar, hal ini sangat membantu masyarakat dalam ekonomi sulit akibat Covid-19, masing masing Kepala Keluarga dibatasi membeli 2 kg.


Bidang PKK juga dibantu,  tidak ketinggalan termasuk keagamaan, dibentuknya tahfidz yang tidak dipungut bayaran. “Kita masyarakat Sanjai tidak sia-sia mempunyai wakil di DPRD dan ini selalu akan dipertahankan kedepan, ungkapnya. (gus)