Lomba Bertutur, Syakira Melaju ke Tingkat Nasional -->

IKLAN ATAS

Lomba Bertutur, Syakira Melaju ke Tingkat Nasional

Rabu, 28 Juli 2021
Syakira Azzahra juara lomba bertutur Sumbar siap tampil dk tingkat nasional.


Padang Panjang - Syakira Azzahra (11) tidak hanya sekadar pandai bercerita, tetapi mampu menggiring audiense yang mendengar, seakan masuk ke dalam alam imajinasi. Apalagi kisah  "Asal Nagari Koto Nan Ampek"  yang dibawakan pada lomba bertutur Sekolah Dasar tingkat provinsi, dihikayatkan dengan cara yang terbilang unik.


Di panggung aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (28/7),  Syakira menggunakan lembaran karton bergambar berukuran 60 X40 Cm. Seperti sebuah  buku, Syakira membalik setiap lembaran yang diisi guntingan karakter dan instrumen yang tersusun. Hal itu dinarasikan dengan  kalimat yang menarik, intonasi dan ekspresi yang tepat,  sesuai lembaran yang diperlihatkan kepada  penonton.  Malahan ada nyanyian yang ia senandungkan.


Murid SDN 06 Balai-Balai ini, memberikan sesuatu yang spesial pada lomba tingkat Sumbar tersebut. Juri pun akhirnya tak ragu menganugerahi anak dari Triyogi dan Lutilmila Bosanova --warga Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat -- ini menjadi juara 1 dan berhak mewakili Sumatra Barat di tingkat nasional.


Selain bakat alami dan dukungan kedua orang tua, keberhasilan Syakira tidak terlepas dari peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK). Kadis DPK, Alvi Sena, MT, diwakili Kabid Perpustakaan Dra. Hirda mengatakan, bakat Syakira sudah terlihat pada  lomba bercerita tingkat kota pada Maret lalu yang diikuti lebih kurang 70 siswa SD. 


Syakira berhasil menjuarai lomba bercerita tingkat SD se- Padang Panjang. Dirinya kemudian dipersiapkan mewakili Padang Panjang di tingkat provinsi dimentori di DPK oleh Joni Aldo dan Niki Martoyo. 


"Dari mentoring itu, Syakira dibimbing dapat menyajikan sebuah cerita menggunakan berbagai teknik penyampaian yang menarik. Alhamdulillah kini Syakira berhasil menjuarai lomba bertutur di tingkat provinsi dan berhak ke nasional," ujar Hirda.


Sementara itu, kegiatan lomba bertutur tingkat SD yang digelar secara berjenjang oleh DPK dari tingkat kota hingga dipersiapkan ke tingkat provinsi maupun nasional, merupakan suatu upaya anak-anak  menyukai cerita  rakyat karena memiliki pesan moril. 


"Jangan sampai cerita rakyat yang penuh pesan moral hilang begitu saja tergerus budaya asing," kata Hirda. (*/syam)