26 Tahun LazisMu Payakumbuh Berdedikasi Mencerdaskan Bangsa -->

IKLAN ATAS

26 Tahun LazisMu Payakumbuh Berdedikasi Mencerdaskan Bangsa

Rabu, 25 Agustus 2021
.


Payakumbuh, fajarsumbar.com, --- Bertempat di ruang Lembaga Zakat Nasional Muhammadiyah  (LazisMu) Mesjid Ansharullah Payakumbuh, Rabu (25/08/2021) pagi telah dilangsungkan penyerahan bantuan pendidikan dari Pengurus LazisMu kepada para asnaf. Penyerahan zakat pendidikan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.


Penyerahan zakat pendidikan tersebut dilakukan Ketua LazisMu Payakumbuh H. Amri Alza bersama pengurus. Berbeda dengan tahun sebelum covid-19, penyerahan zakat ini dilakukan Walikota Payakumbuh bersama DPRD, Pengurus LazisMu Sumbar, dan Pengurus Muhammadiyah Kota Payakumbuh. Penyerahan kita langsungkan seharian dalan acara resmi, tahun ini hanya dilakukan pengurus sesuai arahan Pengurus LazisMu Sumbar.


Dikatakan Amri Alza, hingga tanggal 25 Agustus 2021, LazisMu telah menyalurkan bantuan senilai Rp.497,513,000,-. Direncanakan, pada bulan November tahun ini, LazisMu akan menyerahkan bantuan senilai 200 Juta untuk 200 mahasiswa.


“Alhamdulillah, hari ini kita salurkan bantuan pendidikan kepada 6 mahasiswa, 110 siswa SLTA yang ada di Kota Payakumbuh, serta bantuan pendidikan untuk 2 siswa SLTA hafidz al quran. Dan pada Sabtu (28/08/2021) akan dilanjutkan untuk tingkat SLTP dan SD dan SPP panti asuhan. Sebelumnya pada juli 2021 kita juga telah serahkan zakat pendidikan kepada 12 mahasiwa dan 1 siswa SLTA,”terang Amri Alza, Rabu (25/08/2021) pagi disela penyerahan zakat pendidikan.


“Sampai hari ini senilai Rp.497,513,000,- dana LazisMu sudah kita salurkan. Disamping, untuk dana pendidikan, LazisMu telah serahkan bantuan kesehatan, perekonomian dan kesejahteraan, paket lebaran, bantuan untuk mualaf, rehab rumah, santunan yatim, rehab mushala, bagi-bagi takjil, bantuan covid-19, kegiatan dakwah, gharimin, peduli bencana, kemanusiaan, korban kebakaran, penyaluran zakat fitrah senilai Rp.65,064,000,-. Selanjutnya penyaluran fidyah dan penyerahan daging qurban. Insya Allah, bulan November 2021 kita lanjutkan untuk mahasiswa,” ulasnya.


Terkait sukses LazisMu dalam berdedikasi ikut membangun Payakumbuh melalui bidang yang dikelola, ternyata sudah berlangsung sejak tahun 1995. Kala itu masih bernama BPUZIS. Tahun 2002, BPUZIS bergabung dan berganti nama menjadi LazisMu sesuai SK No.138./BP/KEP/II.17/B/2019 tanggal 27 Agustus 2019. Serta SK Menteri Agama RI No. 457 tahun 2002 dan No. 730 Tahun 2016.


Diterangkan Amri Alza, bahwa sumber dana yang dihimpun oleh LazisMu berasal dari pedagang pasar Payakumbuh, muzaki tetap bersama perantau yang menyetor zakatnya melalui transfer via bank, dan muzaki lainnya yang mempercayakan penyaluran zakatnya melalui LazisMu.


“Penyaluran zakat untuk bidang ekonomi berupa penyerahan zakat untuk modal usaha serta dalam bentuk benda kepada UMKM yang tergolng miskin, seperti mesin jahit, gerobak usaha, mesin giling tebu. Selain itu juga ada bantuan untuk 6 orang mahasiswa yang berkuliah di Al Azhar Mesir. Semuanya dilakukan sesuai hasil survei tim LazisMu di lapangan. Dan, keuangan di LazisMu dikelola secara profesional. Karena melibat tim audit secara intern dan mendatangkan tim audit independen, yakni AR Utomo registered Public accountans. Alhamdulillah hasil audit kita beropini wajar. Selain itu, LazisMu juga meraih LazisMu Award Sumatera Barat tahun 2019,”terang Amri Alza.


Adalah Salsabila, santri kelas X Ponpes Al Kautsar Muhammadiyah yang juga seorang hafidzah 5 juzz mendapat bantuan zakat pendidikan dari LazisMu. Sempat diwawancarai usai menjemput bantuan pendidikan di LazisMu, Salsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada LazisMu yang telah membantunya. Dikatakan Salsa anak tertua dari 3 bersaudara ini, Aksi bersama untuk sesama telah menjadi solusi baginya dalam pembiayaan pendidikan. 


“LazisMu tampil mengentaskan kemiskinan, yakni kemiskinan ilmu. Kami doakan, semoga pengurus LazisMu selalu sehat dalam menjalankan tugas mulia ini. Terima kasih,”ungkap Salsa.


Masih di Kantor LazisMu komplek mesjid Ansharullah, H. Amri Alza kepada media menyebutkan bahwa pengumpulan zakat infak dan sadakah (ZIS) mengalami penurunan jumlah sejak pandemi covid-19. Menurutnya, tingkat kesejahteraan bisa juga diukur dari banyaknya umat menunaikan syariat. 


"Saat ini kendala yang kita hadapi adalah, banyaknya jumlah permohonan dari mustahik. Namun LazisMu belum bisa melayani penuh. Karena keterbatasan dana, terutama 2 tahun pandemi melanda. Jumlah nilai ZIS berkurang dari tahun sebelumnya. Kami juga berterima kasih kepada muzaki yang telah memberi kami amanah, kemudian kami mengharapkan ZIS, sebab bulan November 2021 kita akan menyalurkan dana khusus mahasiswa sebanyak 200 orang. Semoga Allah memudahkan,"pungkas Amri Alza sembari berharap.(ul)