Israel Diserang Roket hingga Warga Wuhan Serbu Supermarket -->

Israel Diserang Roket hingga Warga Wuhan Serbu Supermarket

Kamis, 05 Agustus 2021

Ilustrasi

Jakarta - Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (4/8). Mulai dari Israel diserang roket dari Libanon hingga warga Wuhan, China panik menyerbu supermarket setelah Covid-19 ditemukan lagi.


1. Israel Diserang Roket dari Libanon, Dibalas Tembakan Meriam


Dua dari tiga serangan roket yang diluncurkan dari arah Libanon menghantam Israel pada Rabu (4/8).



Israel lantas membalas serangan roket dengan tembakan artileri ke arah Libanon, sebagaimana dikutip cnnindonesia.


Serangan roket itu terjadi setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker yang dioperasikan perusahaan Israel di lepas pantai Oman pada pekan lalu. Iran dituduh berada di balik serangan yang menewaskan dua awak kapal yang masing-masing berkewarganegaraan Inggris dan Rumania.


Seorang saksi di Libanon melaporkan beberapa roket ditembakkan ke arah Israel.


Sirene peringatan serangan roket pun terdengar di Israel, termasuk di kota Kiryat Shmona, dekat perbatasan Libanon.


2. Israel Tegaskan Sanggup Hadapi Iran Sendirian


Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menegaskan bahwa negaranya mampu menyerang Iran sendirian.


Hal itu ditegaskan Bennett ketika dia menggalang kekuatan global untuk menekan Iran atas serangan terhadap kapal tanker yang dikelola Israel di lepas pantai Oman pekan lalu.


"Kami bekerja untuk menggalang dunia, tetapi pada saat yang sama kami juga tahu untuk bertindak sendiri," ujarnya.


Israel menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan drone yang menghantam kapal tanker Mercer Street di Laut Arab itu. Dua awak tewas akibat serangan tersebut, seorang warga Inggris dan seorang warga Rumania.


3. Covid Muncul Lagi di Wuhan, Warga Panik Serbu Supermarket


Penduduk Wuhan, China menyerbu supermarket menyusul kekhawatiran penguncian baru usai ditemukan kembali tujuh kasus Covid-19.


Warga berbondong-bondong ke pasar-pasar swalayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari karena khawatir pemerintah China bakal kembali menerapkan lockdown.


Mereka membeli bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga sebagai persiapan saat aturan penguncian wilayah diterapkan, seperti tahun lalu ketika kasus virus corona merebak di kota itu.


Untuk menghindari kekhawatiran berlebihan, pihak berwenang berupaya menjamin stok barang-barang kebutuhan.


"(Kami akan )menenangkan suasana panik penduduk kota," kata salah satu pejabat Selasa (3/8) dikutip dari UK Express. (*)