Kantor Dinas PMD Labuhanbatu Digeledah Kejaksaan -->

IKLAN ATAS

Kantor Dinas PMD Labuhanbatu Digeledah Kejaksaan

Kamis, 26 Agustus 2021

Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Labuhanbatu saat menggeledah kantor Dinas PMD.

Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Kantor Dinas Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu digeledah Jaksa Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Kamis (26/8/2021) sekira pukul 11.30 Wib.


Melalui rilis yang diterima awak media, penggeledahan di Kantor Dinas yang beralamat di Jalan Gose Gautama, Kelurahan Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana BUMdes S-3 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2019 dalam pengadaan Tabung Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi.


Penggeledahan tersebut juga dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Nomor: PRINT-01/L.2.18/F.2/04/2021 tanggal 9 April 2021 dan Penetapan Pengadilan Negeri Rantauprapat Nomor: 364/Pen.Pid/2021/PN Rap tanggal 15 Juli 2021 tentang izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat, Tim Jaksa Penyidik yang didukung peran Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Labuhanbatu melakukan penggeledahan di beberapa ruangan pada Kantor Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu, diantaranya Ruang Kadis PMD, Ruang Sekretaris, Ruang Kabid Ekonomi Pembangunan Sosial Budaya, Ruang Kasi Pemerintahan, dan Ruang Staf. Dari hasil penggeladahan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat, dokumen, dokumen elektonik lainnya yang berhubungan dengan tindak pidana dimaksud.


Selanjutnya, terhadap barang bukti yang berhasil diamankan oleh tim Jaksa Penyidik akan dilakukan validasi dan verifikasi untuk dilakukan penyitaan guna melengkapi berkas perkara.


Perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana BUMdes S-3 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2019 dalam pengadaan Tabung Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi ini adalah hasil pengembangan laporan warga yang terlebih dahulu dilakukan penyelidikan pada bulan Maret 2021 dan setelah mendapat bahan keterangan dan alat bukti yang cukup kemudian ditingkatkan ke penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Nomor: PRINT-01/L.2.18/F.2/04/2021 tanggal 9 April 2021 yang diduga mengakibatkan kerugian Negara kurang lebih sebesar Rp. 327.975.000. (Randi)