Kemenkeu Siapkan Rp266 Triliun untuk Gaji PNS 2022 -->

Kemenkeu Siapkan Rp266 Triliun untuk Gaji PNS 2022

Selasa, 17 Agustus 2021

ilustrasi



Jakarta - Kementerian Keuangan menyiapkan senilai Rp266,41 triliun untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Alokasi anggaran tersebut masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.


Hal tersebut tercantum dalam Buku Nota Keuangan 2022 yang diterima pada Senin (16/8/2021).


"Pada 2022 anggaran untuk belanja pegawai K/L dialokasikan sebesar Rp266.413,0 miliar (Rp266,41 triliun)," kutip Nota Keuangan 2022 tersebut sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Alokasi untuk gaji dan tunjangan PNS tersebut merupakan bagian dari belanja K/L senilai Rp940,57 triliun dalam RAPBN 2022.


Umumnya ada empat hal penting dalam mempertimbangkan belanja K/L. Pertama, kelanjutan kegiatan vaksinasi dan reformasi sistem kesehatan nasional.


Kedua, kelanjutan program bantuan sosial di antaranya Kartu Sembako, Penerima Bantuan Iuran (PBI), Jaminan Kesehatan (PBI JKN) dan KIP Kuliah serta mendukung reformasi perlindungan sosial secara bertahap dan terukur.


Ketiga, pendanaan proyek multiyears dan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN). Lalu yang keempat, perihal kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada PNS tahun 2022.


Selain belanja pegawai, belanja K/L juga digunakan untuk belanja barang K/L sebesar Rp336,03 triliun dan belanja modal sebesar Rp196,60 triliun.


Pemerintah juga menyiapkan belanja bantuan sosial yang disalurkan melalui K/L senilai Rp141,51 triliun.


Alokasi tersebut akan digunakan untuk melanjutkan program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, iuran PBI JKN, dan program KIP Kuliah.


Pemerintah juga akan melanjutkan program Indonesia Pintar, bantuan Asistensi Lanjut Usia (ASLUT), bantuan disabilitas (ASPDB) serta bansos penanggulangan bencana.


"Dalam rangka meningkatkan tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat miskin, pemerintah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin, melalui berbagai program," bunyi informasi tersebut.


Sebagai informasi, belanja K/L bersumber dari rupiah murni senilai Rp788,8 triliun dan non rupiah murni Rp151,8 triliun. Pada 2022 belanja K/L lebih rendah dibandingkan outlook APBN 2021 yakni Rp1.059,4 triliun. (*)