Remaja Putus Sekolah Diberi Pelatihan Berusaha -->

Remaja Putus Sekolah Diberi Pelatihan Berusaha

Senin, 16 Agustus 2021

Plt.Kepala SPNF-SKB Wilayah I Padang Timur, Dra. Fauzia foto bersama pamong belajar dan perwakilan dari siswa Pelatihan Kecakapan Wirausaha dengan jenis keterampilan Hidroponik di meetingroom SKB Wilayah I Padang Timur.

Padang, fajarsumbar.com - Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Wilayah I Padang Timur, kembali melaksanakan pelatihan kecakapan wirausaha dengan jenis keterampilan Hidroponik.


Pelatihan itu diikuti 20 peserta dilangsungkan dari 14 Agustus - 30 September. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang yang diwakili Kabid PAUDNI, A.H. Azmi, SH.


A.H. Azmi, bangga dan mengapresiasi usaha kepala SKB beserta pamong belajar yang sudah berhasil meraih program dari pusat melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Dikti 2021.


Pada kesempatan itu Azmi mengharapkan, agar para peserta belajar dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang didapat selama pelatihan bermanfaat untuk menambah keterampilan.


Ia juga menekankan dengan tanpa mengindahkan protokol kesehatan, sebagai motivator di tengah masyarakat SKB sudah seharusnya jeli dalam mencermati kehidupan sosial masyarakat dan dengan program yang dilaksakan akan mampu mengubah menset warga, bahwa pendidikan itu bermuara kepada kesejahteraan.


Senada dengan itu, Kepala BP PAUD Dikmas Sumbar, Dr. Wisma Endrimon, M.Pd mengatakan, mengapresiasi kegiatan itu. 


"Syukur alhamdulillah SPNF SKB Wilayah 1 sudah berhasil meraih program dari pusat, maka dari itu kepada para peserta didik diharapkan melaksanakan kegiatan ini sesuai Juknis yang telah ditentukan. Juga kepada para peserta ikutilah kegiatan ini sesuai SOP. Dan rajin bertanya pada Instruktur dalam mengikuti Pelatihan PKW Hidroponik ini," ujarnya.


Sementara itu, Plt.Kepala SPNF-SKB Wilayah I Padang Timur, Dra. Fauzia menyebutkan, pelatihan kecakapan hidup itu dilangsungkan mulai 14 Agustus dan berakhir sampai dengan 30 September dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Sasaran utama dari pelatihan itu ditujukan kepada remaja putri maupun putra putus sekolah yang belum mempunyai penghasilan tetap, sehingga nantinya mereka termotivasi bisa berusaha lebih baik.


“Adanya ilmu yang didapat dari pelatihan diharapkan bisa membuka lapangan kerja, sehingga tujuan utamanya membantu ekonomi keluarga,” ungkap Fauzia. (andy)