SMPN1 Solok Selatan Aman Dari Penutupan Sejumlah Sekolah, Muridnya Saja Setengah Juta Lebih -->

IKLAN ATAS

SMPN1 Solok Selatan Aman Dari Penutupan Sejumlah Sekolah, Muridnya Saja Setengah Juta Lebih

Rabu, 25 Agustus 2021
Kepala sekolah SMPN1 Solok Selatan Yuges Oktris. 


Solsel, fajarsumbar.com--Penutupan sejumlah sekolah di Solok Selatan sudah dimulai sejak bulan Juli 2021 dan dieksekusinya pada bulan Agustus 2021, setidaknya 4 sekolah tingkat SMP sudah ditutup dan 12 Sekolah Dasar SD pun sudah ditutup.


Penutupan sejumlah sekolah ini tentu ada alasan tertentu dan bukan kemauan kepala daerah, ini merupakan ketentuan dari pusat, pusat pun punya alasan tertentu, salah satu point kenapa sekolah itu ditutup adalah kurangnya prestasi atau perkembangan di sebuah sekolah itu dan terkait juga dengan pembantaian anggaran atau dana BOS.


Penutupan sekolah ini, tentu membawa permasalahan yang rumit bagi orang tua siswa, setelah ditutup sekolah itu mau dikemanakan atau mau disekolahkan kemana anak anak mereka.


Kebijakan pemerintah sudah final, yang amana anak anak sekolahnya yang terdampak penutupan mereka harus bergabung ke sekolah sekolah terdekat, dan sekolah terdekat itupun tidak ada alasan untuk tidak menerima mereka.


Demikian kepala sekolah SMPN1 Solok Selatan Yuges Ok trus saat dikonfirmasi fajarsumbar, Rabu 24/8/2021 disekolahnya.


Berdasarkan instruksi dari Dinas Pendidikan, bagi siswa yang terdampak sekolahnya ditutup, mereka sudah diatur kesekolah mana harus bergabung.


Tidak tertutup kemungkinan anak anak itu bisa memilih kemana mereka mau sekolah, dengan catatan anak itu tidak boleh berhenti sekolah atau putus sekolah.


Kami di SMP N 1 Solok Selatan menerima dengan senang hati anak anak yang sekolahnya ditutup dan bersekolah di SMPN 1 ini, walaupun jumlah siswa di SMPN1 ini lebih dari setengah juta orang siswa, pihak sekolah pun siap menerima tanpa ada  pungutan dan sebagainya, hanya saja.mereka harus mengganti logo sekolah lama.


Saat ini kami dari pihak sekolah melakukan penyelamatan anak anak saja, karena disekolah yang baru itu mereka belum bisa dikatakan siswa SMP1 sepenuhnya, karena data dapodik nya masih berada disekolah, atau masih didata pusat


"Jika data dapodik nya sudah resmi dilepaskan ke sekolah tujuan, maka anak tersebut sudah bisa dikatakan siswa seratus persen dan mereka sudah bisa pula menerima dana BOS" terang kepsek.(Abg)