Ahli Bedah Muslim Berhasil Operasi Bayi Kembar Siam Israel -->

IKLAN ATAS

Ahli Bedah Muslim Berhasil Operasi Bayi Kembar Siam Israel

Senin, 13 September 2021

Seorang dokter Muslim kelahiran Kashmir, Noor Ul Owase Jeelani, ikut serta dalam tim dokter yang mengoperasi bayi Israel kembar siam dengan kepala menyatu.

Jakarta - Seorang dokter Muslim kelahiran Kashmir, Noor Ul Owase Jeelani, ikut serta dalam tim dokter yang mengoperasi bayi Israel kembar siam dengan kepala menyatu. Kini, bayi-bayi itu pun dapat kembali hidup normal.

Ia menekankan bahwa fakta bahwa seorang dokter Muslim kelahiran Kashmir melakukan operasi bersama tim Israel untuk membantu keluarga Yahudi adalah pengingat dari sifat universal dunia pengobatan.


"Adalah momen yang sangat istimewa ketika orang tua (bayi kembar siam) merasa sangat bahagia," cerita Jeelani kepada Times of Israel.


"Saya belum pernah dalam hidup saya melihat seseorang tersenyum, menangis, bahagia, dan lega pada saat yang sama. Sang ibu tidak bisa mempercayainya. Kami harus menarik kursi untuk membantunya tenang."


Ia mengatakan bahwa tujuannya ikut dalam tim dokter itu adalah untuk menyelamatkan nyawa.


"Seperti yang saya katakan sepanjang hidup saya, semua anak adalah sama, apa pun warna kulit atau agamanya," katanya.


"Perbedaan itu buatan manusia. Seorang anak adalah seorang anak. Dari sudut pandang dokter, kita semua adalah satu."


Sebagaimana dilansir Times of Israel, tindakan ini merupakan operasi kembar siam di kepala pertama yang dilakukan tim medis Jeelani di Israel.


Mereka merupakan staf dari Pusat Medis Universitas Soroka di Beersheba. Jeelani dan timnya bekerja sama selama berbulan-bulan.


Jeelani sendiri adalah seorang ahli bedah saraf pediatrik yang telah melakukan empat operasi pemisahan pada bayi kembar siam dengan tengkorak otak menyatu ataupun berbagi pembuluh darah. Dia dan rekannya, Profesor David Dunaway, dipandang sebagai pakar dunia dalam kasus kembar siam ini.


Jeelani juga merupakan salah satu pengurus Gemini Untwined, sebuah organisasi nirlaba yang membantu merencanakan dan melakukan operasi kembar siam di berbagai negara.


Ketika para dokter di Soroka mempersiapkan operasi kembar siam ini, mereka menghubungi Jeelani, dan ia setuju untuk melakukan operasi tersebut.


"Operasi terbaru ini memenuhi tujuan utama dari amal kami, yaitu untuk memberdayakan tim lokal di luar negeri dalam melakukan pekerjaan yang kompleks ini, berhasil memanfaatkan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh selama 15 tahun terakhir dengan (mengoperasi) empat pasang kembar sebelumnya," kata Jeelani.


Kepala operasi saraf anak di Soroka, Mickey Gideon, juga mengakui bahwa operasi selama 12 jam ini memang merupakan operasi yang sulit.


"Operasi ini sangat langka dan kompleks yang hanya pernah dilakukan sebanyak 20 kali di dunia, dan kini untuk pertama kalinya di Israel," kata Gideon kepada Reuters.(*)