Keliling Sawahlunto, Mengenal Museum Lebih Dekat Sebagai Warisan Budaya Dunia -->

IKLAN ATAS

Keliling Sawahlunto, Mengenal Museum Lebih Dekat Sebagai Warisan Budaya Dunia

Sabtu, 18 September 2021
Peserta Kota Padang Panjang dalam kegiatan Museum Keliling Kota Sawahlunto.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto menggelar Museum Keliling Kota Sawahlunto dengan tema 'Mengenal Museum Lebih Dekat Sebagai Warisan Budaya Dunia', jelang akhir tahun 2021 ini.


Rahmat Gino Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto mengatakan bahwa pihaknya sedang melaksanakan inovasi dengan melibatkan staf tehnis dan pejabat kantor secara terstruktur.


"Jadi petugas permuseuman ikut andil seluruhnya. Konsep empat kegiatan, kita serangkaikan dalam satu kegiatan seperti Museum Keliling, Sekolah Masuk Museum, Lomba Fotografi dan Cerdas Cermat. Empat program ini include langsung dengan peserta, seperti Padang Panjang, ada SMA 2, SMP 1 dan SMP 4. Otomatis 3 sekolah ini ikut serta dalam seluruh kegiatan," ucapnya sambil ngopi siang di kantornya.


Total peserta dari 4 kegiatan ini diikuti sebanyak 1.270 orang peserta dari berbagai sekolah di Sumatera Barat. Dengan total hadiah Rp42 juta dari dua kegiatan berupa lomba fotografi (umum dan pelajar) dan lomba cerdas cermat.


Sumber dana dari DAK BOP non fisik Museum dan Taman Budaya 2021 dengan total anggaran Rp1,3 miliar terdiri dari Pemeliharaan Museum 20 persen, Koleksi 30 persen dan Publik 50 persen.


Dulu pernah sekolah masuk museum di ikutkan hanya sekolah yang berada di Kota Sawahlunto saja. Kini , kata Gino, kita coba memasukkan sekolah dari luar Sawahlunto. Sehingga peserta luar Sawahlunto ini akan mengenakan kostum Sawahlunto, tas Sawahlunto di tempat mereka berasal.


Sehingga maksudnya nanti, masyarakat di negeri asal sekolah tersebut dapat lebih mengenal Sawahlunto karena sering melihat tulisan Sawahlunto dalam aktifitas mereka sehari-hari. 


"Jadi itulah inovasi yang kami lakukan. Targetnya September, Oktober dan November 2021. Selama tiga bulan itulah kegiatan yang empat ini dilaksanakan," terangnya Jumat 17 September 2021.


"Semua peserta tadi diberikan uang transportasi dengan porsi 90 persen untuk transpor dan 10 persen untuk tiket. Jadi PAD kita juga masuk. Mereka berkunjung kemari sehingga promosi kita tetap jalan. Nanti semuanya kita sampaikan secara terbuka," sambung Gino.


Benny Deswin Kasi Permuseuman juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun dengan pola yang terus di ubah-ubah dengan inovasi berkelanjutan. Supaya ketertarikan siswa-siswi, tenaga pendidik atau secara umum mengetahui lebih dalam tentang Kota Sawahlunto. 


Mempersiapkan kegiatan tersebut, museum yang ada di Kota Sawahlunto di sulap sedemikian rupa untuk menarik perhatian peserta yang datang. Seperti berinovasi dalam mengganti warna cap penuh warna-warna nyentrik klasik dipadupadankan dengan kombinasi inovasi yang memiliki kesan tersendiri. 


Lebih lanjut diterangkan Benny, Museum Keliling ini Alhamdulillah sudah berjalan, kita sudah beraudiensi dengan sekolah-sekolah di dua kota di Sumatera Barat, Padang Panjang dan Batusangkar. 


"Alhamdulillah respon dari Padang Panjang yang kita audiensikan Selasa kemarin sudah terealisasikan hari ini. Sudah dilakukan di tiga lokasi, SMA 2 SMP 1 dan SMP 4 Padang Panjang, dan diberikan kesempatan kepada salah satu tim kita untuk mengisi acara di radio dengan kegiatan yang sama dengan membicarakan tentang Kota Sawahlunto," jelasnya.


"Konsep 'Sawahlunto Bacarito' sesuai dengan buku yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto. Berlanjut Minggu depan dengan tim yang berikutnya," sebut Benny menambahkan. (ton)