Ponpes Nurul Iman Sitiung Terbakar -->

Ponpes Nurul Iman Sitiung Terbakar

Kamis, 16 September 2021

 

Kondisi Pondok Pesantren Nurul Iman saat dilalap api, Rabu (15/9) dini hari sekira pukul 01.00 WIB. (ist)


Dharmasraya - Kebakaran hebat menghanguskan lima unit ruang belajar dan satu ruangan kantin, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman, di Jorong Pisang Rebus, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (15/9) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Peristiwa itu sontak saja mengundang warga sekitar berhamburan keluar untuk memberikan bantuan sebisanya sampai mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

“Kita tidak tahu penyebab kebakaran ini,” ungkap Kepala Pondok Pesantren, Satria Efendi disela-sela peristiwa tersebut.

Katanya, pihaknya tidak mengetahui secara pasti api berasal darimana dan apa penyebab kebakaran itu. Namun pihaknya melihat kobaran api bermula dari dapur kantin.

“Kami melihat kobaran api sudah membesar dari dapur kantin pondok pesantren,” terangnya sambil memandangi kobaran.

Ia menjelaskan, dalam peristiwa kebakaran itu, lima ruang belajar dan satu ruang kantin hangus terbakar. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena api belum sempat merambat ke asrama putera yang tak jauh dari ruang belajar yang terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pemuda Jorong Pisang Rebus, Jhon Hendri yang tinggal tepat di depan Ponpes mengaku dirinya mengetahui api sudah membesar dari kantin milik sekolah. “Kita tahunya, api tampak membesar di kantin sekolah sekira pukul 00.01 WIB,” kata Jhon Hendri.

Warga lainnya, Risma wati, (30) yang tinggal berbatasan dengan Pondok Pesantren mengaku dirinya mengetahui kebakaran terjadi sekira pukul 00.45 menit tepatnya di bahagian dapur kantin.

“Saya mendengar ada suara berisik dari kantin Ponpes. Kemudian saya intip, rupanya api sudah membesar, lalu saya keluar minta pertolongan pada tetangga,” terangnya singkat.

Api baru bisa dijinakkan sekira pukul 02.30 WIB dini hari, setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dari sejumlah pos dikerahkan.

“Kita kerahkan tiga unit mobil Damkar untuk menjinakkan api. Satu unit dari Pos Damkar Sitiung, satu dari Koto Baru dan satu lagi dari Pos Damkar Pulau Punjung,” kata Kabid Dam kar, Yunisman.

Bupati tinjau kebakaran dan memberikan bantuan

Musibah kebakaran yang menimpa Ponpes Nurul Iman di Jorong Pisang Rebus Nagari Sitiung, menggugah hati Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Rabu (15/9) pagi ia langsung  menyambangi lokasi kejadian.

Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Adlisman, Kepala Dinas Sosial P3APPKB, Bobby Perdana Riza, dan sejumlah pejabat terkait lainnya menyampaikan ikut berduka atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Nurul Iman.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, pada kesempatan itu selain menyerahkan bantuan tanggap bencana berupa logistik, Bupati Sutan Riska juga menginstruksikan dinas terkait untuk mengupayakan bantuan lainnya untuk Ponpes Nurul Iman. Seperti bantuan hibah senilai Rp20 juta dan juga bantuan fisik bangunan.

Menurut Kabid Anggaran Badan Keuangan Daerah (BKD) Dharmasraya, Rasymi Nofriadi, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dapat mem berikan bantuan senilai Rp20 juta untuk kerugian di atas Rp 300 juta.

“Dilihat dari kondisi musibah ini, memang kerugiannya diperkirakan di atas Rp300 juta. Untuk itu pemerintah daerah bisa memberikan bantuan Rp20 juta yang dibebankan melalui belanja tak terduga. Tentunya dengan kelengkapan administrasi seperti pengajuan permohonan, kemudian diverifikasi oleh Dinas Sosial dan dibuatkan SK Bupatinya,” ujar Nofriadi.

Untuk bantuan fisik bangunan, sebut Nofriadi, akan diarahkan melalui belanja program kegiatan OPD, yakni Dinas PUPR.

“Mungkin berkisar Rp200 juta yang akan dianggarkan pada APBD di awal tahun 2022. Tapi walau demikian, nanti dilihat dulu hasil survey Dinas PU. Apa yang akan dibangun, apa yang perlu diganti, berapa nilai riilnya nanti berdasarkan hasil survey itu,” terangnya.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Sosial P3APPKB juga akan mengupayakan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. (*)