Rangkiang Patah Sambilan di Museum Istano Basa Pagaruyung Mempunyai Nama Berbeda -->

IKLAN ATAS

Rangkiang Patah Sambilan di Museum Istano Basa Pagaruyung Mempunyai Nama Berbeda

Rabu, 08 September 2021

 

Rangkiang Patah Sambilan

Penulis : Freddy


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Kalau kita berkunjung ke Museum Istano Basa Pagaruyung, maka disamping halaman Museum akan kita temui Rangkiang Patah Sambilan yang berdiri megah dan seluruh bangunan dibalut dengan ukiran dari berbagai motif, dan atap terbuat dari ijuk dengan empat gonjong. Semua Rangkiang yang ada di Istano Basa Pagaruyung disatukan rancang bangunnya dan diberi nama Rangkiang Patah Sambilan. 


Rangkiang Patah Sambilan yang berada di halaman Istano Basa Pagaruyung berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Rangkiang adalah simbol kemakmuran dan kekuasaan alam Minangkabau, pada rumah-rumah adat Minangkabau Rangkiang dibangun di depan rumah sebanyak dua buah, kedua Rangkiang itu berbeda fungsi, namun secara umum Rangkiang digunakan sebagai tempat penyimpanan padi. 


Di Museum Istano Basa Pagaruyung semua Rangkiang disatukan dengan nama Rangkiang Patah Sambilan, yang mempunyai sembilan nama dan fungsi, yaitu :


Rangkiang Sitinjau Lauik berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta dan pusaka, Rangkiang ini lebih istimewa karena terletak pada ruang yang paling tengah. Lumbung ini boleh dibuka setahun sekali yang digunakan untuk keperluan menjaga adat, upacara adat, menegakkan penghulu raja. 


Rangkiang Mandah Pahlawan berfungsi untuk pertahanan dan keamanan, dimana gunanya untuk persiapan apabila terjadi keributan, perang atau sangketa kerajaan. 


Rangkiang Harimau Pauni Koto berfungsi sebagai penyimpanan harta kekayaan untuk pembangunan Nagari, dimana lumbung ini dibuka apabila Nagari membutuhkan untuk pembangunan. 


Rangkiang Sitangka Lapa berfungsi sebagai keperluan sosial, dimana lumbung ini dibuka apabila ada bencana alam, untuk pendidikan agama dan kegiatan sosial lainnya. 


Rangkiang Kapuak Garuik Simajo Labiah berfungsi untuk urang sumando atau suami dari anak perempuan, dimana lumbung ini dibuka apabila urang sumando tidak lagi bekerja, gagal panen, yang untuk biaya hidup sehari-hari. 


Rangkiang Kapuak Galuak Bulek Basandiang berfungsi untuk menyimpan harta kekayaan keperluan penghulu, dimana lumbung ini dibuka apabila dibutuhkan untuk keperluan penghulu saja. 


Rangkiang Kapuak Gadiang Bapantang Luak berfungsi untuk menyimpan kekayaan untuk kebutuhan sehari-hari, dimana lumbung ini selalu dibuka untuk keperluan sehari-hari bagi kerajaan. 


Demikianlah, tema yang penulis angkat tentang Rangkiang Patah Sambilan di Museum Istano Basa Pagaruyung, karena Rangkiang ini bermanfaat sekali bagi masyarakat adat Minangkabau. (**)