Rumahnya Dibobol Maling, Warga Rantauprapat Lapor Polisi -->

IKLAN ATAS

Rumahnya Dibobol Maling, Warga Rantauprapat Lapor Polisi

Kamis, 09 September 2021

Ahmad Afwan, warga Jln H Adam Malik Gg Gelugur Rantauprapat menunjukkan STPL dan berharap pelaku pembobol rumahnya segera tertangkap.

Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Ahmad Afwan (41) warga Jalan H Adam Malik Gang Gelugur, Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara melapor ke Polres Labuhanbatu usai rumahnya di bobol maling, Rabu (8/9/2021).


Laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian bernomor : LP/B/1721/IX/2021/SPKT/POLRESLABUHANBATU/POLDASU dengan total kerugian sebesar Rp. 29 jt.


Kepada awak media, Ahmad Afwan menceritakan, pelaku yang belum diketahui itu melakukan aksinya pada Rabu (8/9) sekira pukul 04.30 Wib, saat itu kondisi hujan yang cukup deras. Sepeda motor Vario 125 dengan no polisi BK 5488 YBK miliknya digondol.


"Istri saya kan mau sholat tahajud pukul 04.00 Wib kereta itu masih ada, lalu sudah siap sholat tahajud dan menunggukan waktu sholat shubuh duduklah dia dimeja ruang tamu. Lalu tidak enak perasaannya ke ruang belakang lah dia, dilihatnya kereta udah tidak ada. Itulah dibangunkannya saya, kami cek sama-sama pintu belakang juga udah terbuka," ujarnya.


Tak hanya itu, hp serta mesin-mesin peralatan prabot yang digunakan sehari-hari untuk mencari nafkahnya juga hilang.


"Peralatan perabotlah ikut hilang seperti mesin ketam, mesin potong, mesin bor, mesin gosok, kalau udah gini tidak bisa kerjalah kami, udah usaha sepi akibat covid malah hilang pula," sebutnya.


Atas kejadian ini, Ahmad Afwan berharap pihak kepolisian Polres Labuhanbatu segera menangkap pelaku, sebab pencurian di lingkungan tersebut kerap kali terjadi dan membuat resah masyarakat.


"Saya mendoakan dan bermohon kepada bapak Kepolisian, terutama bapak Kapolres dan Bapak Kasat Reskrim agar dapat segera mengungkap pelaku pencurian ini, udah sering kali terjadi disini pak, mohon dibantu kami pak," ucapnya.


Kepala Lingkungan Terminal 1 Sahrian Batubara menceritakan, ia sering menerima laporan dari warganya terkait aksi pencurian. Bahkan ampli di Mesjid Buyung Rohimah lingkungan setempat seharga Rp. 20 jutaan juga pernah dibobol maling.


"Belum sampai setahunlah kejadian ampli komplit waktu itu beli di Medan seharga 20 jutaan hilang, kita udah lapor polisi juga pada saat itu. Sebelum lebaran kemarin emas warga Gg SD juga dicuri, tabung gas baru-baru ini juga hilang, lalu ada juga yang tamunya datang dari Binjai tasnya hilang juga dicuri dengan dicongkel dari jendela, sepeda motor di Gg Taruna juga pernah hilang sekitar 10 bulan yang lalu, jadi ini udah yang kedua kali sepeda motor hilang," ucapnya.


Lebih lanjut, kata kepling, kejadian ini memang tidak setiap saat, namun beberapa hari kemudian pasti terjadi lagi.


"Ini sampai lupa dulu nanti ada lagi, umpamanya sebulan ini ada kejadian, jadi dalam seminggu ini masih jaga-jagalah orang, setelah lupa, senyap nanti main lagi. Ada sekitar seminggu yang lewat tapi pencurian kecil, seperti kuali, panci daerah itu juga, alat-alat masak semua hilang. Ada juga pengantin baru disitu ngontrak udah 2 kali dia kecurian selama tinggal disitu di Gg Gelugur, kalau kosong rumah itu kehilangan lah itu," cetusnya.


"Upaya juga sempat kita buat seperti poskamling ada 2 itu, tapi kesepakatan masyarakat untuk ronda ini sulit. Dengan kejadian seperti ini mau kita aktifkan lagi lah. Harapan kita pastilah bantuan dari kepolisian supaya membantu kami mengatasi ini, supaya pelaku cepat terungkap agar wilayah disini aman dan kondusif," harapnya. (Randi)