Warisan Dunia UNESCO, Turis Asing Berdatangan Lihat Museum Kota Sawahlunto -->

Warisan Dunia UNESCO, Turis Asing Berdatangan Lihat Museum Kota Sawahlunto

Sabtu, 18 September 2021
Turis asing bersama pasangannya saat mengabadikan momen kunjungannya ke Museum yang terdapat di Kota Sawahlunto.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Entah apa maksud dan tujuannya, yang jelas Kota Sawahlunto adalah Warisan Dunia UNESCO 'Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto'. Turis asing bersama pasangannya tampak berjalan-jalan sambil menikmati suasana peninggalan-peninggalan bersejarah yang terdapat di beberapa museum Kota Sawahlunto, Jumat 17 September 2021.


Banyak yang salah persepsi, Inilah yang dimaksud dengan Warisan Dunia UNESCO 'Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto'.


Perluasan tema nominasi ini berimplikasi pada perluasan wilayah nominasi dengan menggabungkan beberapa kota atau kabupaten, yaitu Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar di Sumbar ke dalam satu wilayah nominasi, yaitu 'Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto'.


"Adapun pengajuan kriteria Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang menjadi Nilai Universal Luar Biasa adalah kriteria dua dan empat," jelas Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly sebagaimana dikutip dari laman detiknews.com.


Kriteria dua adalah tentang adanya pertukaran penting dalam nilai-nilai kemanusiaan sepanjang masa atau dalam lingkup kawasan budaya, dalam perkembangan arsitektur dan teknologi, seni monumental, perencanaan kota, serta desain lanskap.


Keunikan tambang Ombilin menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksplorasi batu bara di masa akhir abad ke-19 sampai masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara.


Sedangkan kriteria empat adalah tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur, dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia. Pertambangan batu bara Ombilin punya keunikan tersendiri.


"Keunikan tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto menunjukkan contoh rangkaian kombinasi teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan yang dirancang untuk efisiensi sejak tahap ekstraksi batubara, pengolahan, dan transportasi, sebagaimana yang ditunjukkan dalam organisasi perusahaan, pembagian pekerja, sekolah pertambangan, dan penataan kota pertambangan yang dihuni oleh sekitar 7.000 penduduk," ucap Nadjamuddin. 


Kembali ke turis tadi, Benny Deswin Kasi Permuseuman Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto mengatakan bahwa untuk turis mancanegara belum meningkat secara signifikan karena pandemi masih melanda. Sedangkan untuk wisatawan Nusantara masih stabil yang datang.


"Siapapun tamu yang datang ke Kota Sawahlunto, Alhamdulillah semua museum dikunjunginya. Contoh, rombongan Menteri, Korem, PT KAI, dan terakhir kemarin Rakor Dinas Pariwisata se-Sumatera Barat. Respon mereka sangat bagus," ucapnya. (ton)