Nagari Banja Loweh sudah Terbebas Dari Krisis Air -->

Nagari Banja Loweh sudah Terbebas Dari Krisis Air

Jumat, 29 Oktober 2021

.

Lima Puluh Kota, - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan PAMSIMAS, merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Program PAMSIMAS I (2008-2012) dan PAMSIMAS II (2013-2015), telah berhasil menambah akses air minum aman bagi 10,4 juta jiwa dan akses sanitasi layak bagi 10,4 juta jiwa di lebih dari 12.000 desa/kelurahan yang tersebar di 233 kabupaten/kota di 32 provinsi di Indonesia.


Saat ini Program PAMSIMAS memasuki fase ketiga (PAMSIMAS III) yang dilaksanakan pada kurun waktu 2016-2020, dan akan menyasar 15.000 desa sasaran baru serta mengelola keberlanjuran program di hampir lebih dari 27.000 desa peserta PAMSIMAS di seluruh Indonesia.

Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Safaruddin Dr.Bandaro Rajo meresmikan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) III tahun anggaran 2021 yang ditandai dengan pengguntingan pita di lokasi kegiatan yaitu di Nagari Banja Loweh, Kecamatan Bukit Barisan pada hari Rabu 27 Oktober 2021.

Kegiatan ini sekaligus serah terima dokumen kegiatan Pamsimas III turut dihadiri oleh Ibu Bupati Nevi Safaruddin, Kepala BBPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah) yang diwakili kepala pelaksana 1, Edy Rahmat beserta rombongan, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin dalam sambutannya mengatakan bahwa, PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat, meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum dan sani-tasi yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal (pemerintah daerah maupun masyarakat) dalam penyelenggaraan layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dan meningkatkan efektifitas dan kesinambungan jangka panjang pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

"Semoga masyarakat Banja Loweh menikmati hasil dari program Pamsimas ini dengan sebaik-baiknya. Rawatlah fasilitas ini untuk kebaikan masyarakat kanagarian Banja Loweh. Ketersediaan air bersih dan pola hidup yang sehat akan menunjang pengurangan stunting yang ada di kenagarian Banja loweh". Ujar Bupati Safaruddin.

Bupati juga menyampaikan kepada masyarakat yang hadir untuk tetap mentaati Protokol kesehatan. Mari ikuti program pemerintah dalam mengatasi Pandemi covid dengan pelaksanaan vaksinasi. Diingatkan kepada masyarakat kecamatan Bukit Barisan untuk melaksanakan vaksin, terutama masyarakat nagari Banja Loweh.

"Program Pamsimas ini memberikan manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat khususnya di Lima puluh kota. Semoga program Pamsimas kedepannya masih berlanjut di kabupaten 50 kota.
Bupati Safaruddin turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan swadaya masyarakat yang tinggi dalam mensukseskan kegiatan pamsimas", tutup Bupati.

Kepala BPPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah) Sumatera Barat yang diwakili oleh Kasi Pelaksana 1, Edy Rahmat dalam sambutannya menyampaikan pemeliharaan dan keberlanjutan prasarana dan sarana air minum serta sanitasi dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dengan upaya yang menyeluruh melalui kegiatan yang mendukung pemeliharaan, pengoperasionalan, dan keberlanjutan (sustainability).

Wali Nagari Banja Loweh, Sastri Rais menuturkan "Nagari Banja loweh sangat merasakan manfaat dari program Pamsimas Ini. Dulu Banja loweh terkenal dengan daerah yang sulit mendapatkan sarana air bersih. Saat ini semua jorong yang ada di Kenagarian Banja loweh sudah mendapatkan manfaat dari Program Pamsimas. Minimal dari fasilitas umum air bersih.(ul)