Sosok Kopral Dwi Pembuang Handi-Salsa di Mata Tetangga: Sering Pulang Malam -->

Adsense-ATAS

Sosok Kopral Dwi Pembuang Handi-Salsa di Mata Tetangga: Sering Pulang Malam

Selasa, 04 Januari 2022

Rekonstruksi kasus tewasnya Handi-Salsa di Banyumas, Senin (3/1/2022).


Gunungkidul - Salah satu dari tiga prajurit TNI yang menjadi tersangka dalam kasus tabrak lari yang menewaskan Handi-Salsabila adalah Kopral Dua (Kopda) Andreas Dwi Atmoko. Dia berasal dari Pedukuhan Gading IV, Kelurahan Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul.


Kepala Dukuh Gading IV, Supriadi mengatakan bahwa Kopral Dwi memang merupakan warganya. Hanya saja, Dwi lantas ikut di Kartu Keluarga (KK) istrinya sejak dia menikah.


"Memang (DA warga saya), tapi kan semenjak menikah ikut (KK) istrinya. Istrinya itu kalau tidak salah di Kebumen (Jawa Tengah)," ucapnya kepada detikcom, Selasa (4/1/2022).


Menurut Supriadi, Kopral Dwi yang bertugas di Kodim 0730/Gunungkidul itu jarang berinteraksi dengan warga. Meski demikian, Dwi tidak pernah memiliki masalah dengan warga di sekitarnya.


"Kalau ngobrol biasa, tapi kalau berinteraksi jarang," kata Supriadi.


Dia menyebut Kopral Dwi memang jarang berinteraksi dengan warga lantaran kerap pulang kerja di malam hari. Sepulang kerja, Kopral Dwi lebih banyak berada di rumah.


"Tugasnya kan kadang pulang malam jadi jarang keluar (rumah). Apalagi kalau libur pasti pulang ke tempat istrinya," katanya.


Supriadi mengaku tidak menyangka bahwa tetangganya itu terlibat dalam kasus tabrak lari Handi-Salsabila dan membuang mayat korbannya ke sungai. Terlebih, dia menganggap bahwa selama ini Kopral Dwi berperangai baik.


Sebelumnya, Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) mengalami kecelakaan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12/2021). Sepeda motor ditumpangi sejoli tersebut bertabrakan dengan mobil ditumpangi tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Ketiganya lantas mengangkut tubuh pasangan itu ke dalam mobil dengan dalih akan membawanya ke rumah sakit. Belakangan, jasad dua korban itu justru ditemukan di Sungai Serayu pada Sabtu (11/12/2021).(*)