Wakil Walikota Payakumbuh Bamiang Jaguang Keltan Abu Sejahtera -->

Adsense-ATAS

Wakil Walikota Payakumbuh Bamiang Jaguang Keltan Abu Sejahtera

Selasa, 11 Januari 2022
Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz 


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Sejak dari awal proses tanam jagung 5 bulan lalu, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz hadir memberi motivasi Kelompok Tani Abu Sejahtera untuk terus produktif dimasa pandemi covid-19. Kala itu Keltan Abu Sejahtera yang diketuai Zulkifli dan 17 anggota lainnya sepakat manfaatkan lahan non produktif milik Hj. Nini untuk diolah dan ditanami jagung untuk pakan ayam. 


Hari ini, Selasa (11/01/2022) berlokasi di RW II Balai Betung Kelurahan Ompang Tanah Sirah (OTS), jagung yang ditanam sekitar 5 bulan lalu di itu dipanen langsung Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz. Disamping dihadiri pengurus keltan, dan motivator keltan, Taswendri, ikut dihadiri Lurah OTS Majri bersama Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Yuliza bersama 3 orang Penyuluh Pertanian. 


Informasi yang didapat di lapangan, di lahan seluas 1/4 hektar yang dulunya kebun pisang kini diubah menjadi kebun jagung. Panen jagung pagi itu merupakan panen perdana bagi Keltan Abu Sejahtera yang baru berdiri dan dikeluarkan izin sekitar bulan Agustus 2021, ini. 


"Berdirinya Keltan Abu Sejahtera baru seumur jagung. Dan ini panen jagung perdana kita, ditengah mahalnya harga pupuk dan pestisida. Terbentuk atas persamaan persepsi dan profesi, yakni sesama petani. Bernama Abu Sejahtera adalah karena mayoritas petaninya berlahan di lokasi Abu di RW II Balai Betung, serta bersawah di Hamparan Abu,"terang Zulkifli. 


Lahan yang kita pakai milik Hj. Nini dengan pola paroan kebun dengan keltan. Insya Allah akan kita kembangkan. Karena ini merupakan lokasi II, lokasi I bertempat di hamparan Abu. Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan atas binaan Penyuluh Pertanian Pemko Payakumbuh, "pungkas Zulkifli. 


Tak segan bermiang jagung, Wawako Erwin Yunaz yang kesempatan itu ikut memanen jagung pakan ayam, tampak bahagia bisa berbaur bersama warganya di areal pertanian yang dikelola kelompok tani. 


"Pandemi tidak menghalangi petani untuk mengais reski dari Allah SWT. kalau petani sejahtera, Insya Allah bangsanya akan tumbuh makmur. Petani memproduksi bahan makanan pokok. Namun saat ini petani dihadapkan dengan melonjaknya harga pupuk dan pestisida. Dan disini dituntut peran pengawasan pemerintah, khususnya kementerian pertanian hingga pemerintah daerahnya,"ungkap Erwin Yunaz. 


"Dengan adanya kekompakan petani melalui satu visi dan misi bisa menanggulangi masalah. Petani kini dituntut lebih kreatif dan bisa berinovasi, agar tidak terlalu bergantung pada pupuk buatan. Meski lahan pertanian sejak tahun 1960-an sudah ketergantungan. Lahan dan PH tanah harus kita upayakan kembali sempurna, salah satunya pengurangan pemakaian pupuk buatan dan memaksimalkan pemakaian pupuk dari kotoran ternak  dan pupuk organik. Ini sebuah inovasi,"imbaunya. 


Dikatakan Erwin Yunaz, mengolah lahan tidur merupakan salah satu bentuk syukur serta bermanfaat bagi kelangsungan hingga generasi penerus. kita dan anak kita. 


"Kita wajib memberdayakan energi pertanian. Kapan perlu ada sebuah program Industrialisasi pertanian sebagai penopang kesejahteraan warga, minimal di Payakumbuh. Banyaknya lahan akan membawa Payakumbuh menuju swasembada, dan lahan pertanian ini sudah ada regulasinya dari Pemko Payakumbuh. Zona ini tidak boleh dibangun ruko. Kedepan, melalui Dinas Pertanian, mari kita berupaya gandeng Politani untuk memberikan binaan kepada kelompok tani, agar tumbuh menjadi petani profesional. Serta hasil panen kita bisa tembus dunia internasional, bukan sekadar pasar lokal dan nasional. Lahirnya petani yang mampu mengolah hasil pertaniannya, sehingga hulu dan hilir bisa dikuasai,"jelas Erwin Yunaz. 


Kesempatan itu Erwin Yunaz berharap agar kedepan semakin banyak lahir kelompok tani, baik pertanian, peternakan dan keltan lain. 


"Kelompok adalah kekuatan masyarakat yang mengarah pada kemandirian. Tentunya, Pemko Payakumbuh lebih terarah membantu serta tepat sasaran. Termasuk dengan penyampaian informasi terupdate dari dinas terkait. Lebih banyak lagi terbentuk kelompok tani yang solid. Dengan demikian, tampa bantuan pemerintah pun kelompok tetap jalan. Jangan lagi, Petani jadi objek.  Keluarlah dengan daya bersama, mencoba berangsur menngefisiensi budaya ketergantungan pada pupuk buatan dan pestisida yang kini dikeluhkan. Mari kita berubah, berinovasi kreatif serta mau belajar, sehingga kehidupan petani semakin sejahtera. Sekali lagi, petani sejahtera bangsa sejahteta,"pungkasnya. 


Apresiasi terhadap hasil panen keltan Abu sejahtera ikut disampaikan Kepala BPP Payakumbuh Utara, Yuliza yang kesempatan itu disampaikan Muhammad Azhadi.


"Alhamdulillah, keltan Abu Sejahtera sudah mampu panen perdana jagung ayam tipe Pioner 32, alhamdulillah. Perkiraan kami hasilnya sekitar 1,6 ton dari luas lahan hanya 1/4 hektar. Insya Allah, kami selalu siap memberikan pendampingan sesuai tupoksi kami di BPP. Ini termasuk panen yang sukses. Perlu kita ketahui, memang sudah saatnya kita berupaya beralih ke pupuk kompos untuk efisiensi biaya petani.


Gunanya untuk merubah struktur dan PH tanah secara berangsur. Terkait RDKK untuk tahun 2022 bagi keltan sudah kita masukkan ke APBD Kota Payakumbuh. Teruslah semangat dalam bertani,"pesannya 


Sementara Lurah OTS, Majiri kesempatan itu sampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Walikota Payakumbuh yang telah ikut dalam proses panen jagung. Dirinya berharap agar kegiatan keltan tetap berlanjut dan jangan patah ditengah jalan.(Ul)