Remaja Ditangkap karena Ancam 7 Sekolah dengan Bom, 1 di Antaranya Tempat yang Dikunjungi Suami Wapres AS  -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Remaja Ditangkap karena Ancam 7 Sekolah dengan Bom, 1 di Antaranya Tempat yang Dikunjungi Suami Wapres AS 

Jumat, 11 Februari 2022

 


WASHINGTON  - Remaja 16 tahun di Washington, Amerika Serikat (AS) didakwa dengan ancaman bom di tujuh sekolah yang didominasi kulit hitam. Salah satu sekolah itu merupakan tempat yang tengah dikunjungi suami Wakil Presiden AS. 


Pelaku asal Washington Tenggara ditangkap pada Kamis (10/2/2022). Dia melancarkan aksinya pada Selas-Rabu, 8-9 Februari 2022. 


Departemen kepolisian kota mengatakan, tempat yang menjadi target pelaku yakni empat sekolah menengah dan tiga sekolah swasta, sebagaimana dikutip iNews.id.


Semua yang ada di sekolah saat itu langsung dievakuasi begitu menerima ancaman bom hari. Petugas pun langsung menyisir lokasi. 


Salah satu sekolah yang menerma ancaman bom yakni Sekolah Menengah Dunbar. Sekolah ini menerima ancaman bom pada Selasa (8/2/2022) selama kunjungan suami Wakil Presiden AS Kamala Harris.


Departemen Kepolisian Metropolitan melalui akun Twitternya mengatakan, remaja itu didakwa ancaman teroris. Namun, pihak berwenang tidak merilis nama tersangka dan mengatakan penyelidikan atas insiden itu terus berlanjut.


Pihak berwenang belum menunjukkan hubungan dengan ras dalam serentetan ancaman bom. Polisi mengatakan insiden Selasa itu tampaknya tidak ditargetkan pada suami Harris, Douglas Emhoff, yang mengunjungi Dunbar untuk acara Bulan Sejarah Hitam.


Pihak berwenang belum menunjukkan hubungan dengan ras dalam serentetan ancaman bom. Polisi mengatakan insiden Selasa itu tampaknya tidak ditargetkan pada suami Harris, Douglas Emhoff, yang mengunjungi Dunbar untuk acara Bulan Sejarah Hitam.


Namun insiden tersebut semakin meningkatkan ketakutan di antara komunitas kulit hitam yang telah diguncang oleh serangkaian ancaman bom yang dilakukan minggu lalu. Ada selusin perguruan tinggi dan universitas kulit hitam, atau HBCU, di seluruh negeri yang mendapat ancaman bom.


Tidak ada bahan peledak yang ditemukan di salah satu HBCU, tetapi ancamannya sedang diselidiki oleh FBI.


Departemen Keamanan Dalam Negeri pada Senin mengatakan, Amerika Serikat menghadapi peningkatan ancaman dari kelompok-kelompok ekstremis. (*)