"Syaikh Cilik" itu Bawa Nama Padang Panjang ke Palembang -->

Adsense Atas-STIE AKBP

"Syaikh Cilik" itu Bawa Nama Padang Panjang ke Palembang

Rabu, 23 Maret 2022
Muhammad Hafidz Wetri Mudrison.

Padang Panjang, fajarsumbar.com - Namanya Muhammad Hafidz Wetri Mudrison. Usianya masih tujuh tahun. Di usia masih sangat muda itu, panggilan “Syaikh Muhammad” sudah melekat padanya. Sebuah panggilan cinta dan doa dari orang tua untuk anaknya yang ketujuh dari delapan bersaudara.


Anak dari Ustadz Wetri Mudrison, M.Pd dan Santy Andriani yang lahir pada 26 Februari 2015 ini "mencuri" perhatian saat acara melepasan kafilah Kota Padang Panjang ke Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XI-2022 yang dihelat 24-27 Maret di Kota Palembang, Sumatra Selatan. 


Dari usianya, Syaikh menjadi anggota kafilah termuda Kota Serambi Mekkah ini yang mewakili Provinsi Sumatra Barat di ajang itu. 


Sejak kecil, Syaikh Muhammad sudah dididik untuk dekat dengan Alquran dan diberikan pendidikan agama oleh kedua orang tuanya. 


Pada usia 4 tahun, Syaikh sudah lancar membaca Alquran dan sudah mengkhatamkan Alquran di usia 4 tahun 10 bulan. 


Di usianya ke-5, Syaikh juga sudah hafal juz 30 dan sudah terbiasa mengerjakan salat lima waktu, Salat Dhuha dan Salat Tahajud. 


Saat ini, di usia 7 tahun, Syaikh sudah memiliki hafalan Alquran 6 juz. 


Syaikh juga pernah mewakili Kota Padang Panjang dalam ajang MTQ Nasional XXXIX November 2021 lalu di cabang Tilawah Kanak-Kanak. Ia juga pernah mendapatkan anugerah dari Baznas Kota Padang Panjang untuk hafalan 3 juz-nya.


Di Palembang Syaikh yang belajar secara homeschooling ini akan berlomba di tingkat Taman Kanak-kanak Alquran (TKA) pada cabang Adzan dan Iqomah. 


Sebagaimana kata ummi (ibu)nya, Syaikh sudah biasa mengumandangkan adzan sejak usia 3 tahun. 


“Abi dan Ummi yang membiasakan Syaikh untuk mengumandangkan adzan setiap sebelum melaksanakan salat lima waktu. Saat itu, belum sempurna dalam melakukannya. Namun kami orang tuanya senantiasa terus membiasakan dan mengajarkannya,” terang Santy.


Sang ibu menceritakan, semangat anaknya dalam mengikuti FASI ini. Hampir setiap hari ia berlatih adzan dalam mempersiapkan dirinya mengikuti FASI. "Sampai-sampai semalam, ia tidak bisa tidur karena sangat antusiasnya ingin segera berangkat ke Palembang. Pagi tadi, selepas Salat Subuh, Syaikh bersegera menyiapkan semua keperluannya sendiri," ceritanya.


Saat acara melepas kafilah oleh Wakil Walikota, Drs. Asrul di balaikota, Rabu (23/3) pagi, suara Syaikh terdengar paling keras dan menonjol di antara anggota kafilah lainnya. Ia berjalan dengan santainya ke panitia acara demi mengembalikan snack kotak yang telah dibagikan sebelumnya.


"Om, ini mengandung minyak, gak boleh dimakan," katanya. 


Bocah tujuh tahun itu sudah mengerti bagaimana menjaga suaranya untuk menghadapi lomba yang akan diikutinya. (*/syam)