500 Orang Ikut Komcad Matra Udara, Prabowo: Memadukan Kekuatan Pertahanan Militer dan Nonmiliter -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

500 Orang Ikut Komcad Matra Udara, Prabowo: Memadukan Kekuatan Pertahanan Militer dan Nonmiliter

Selasa, 31 Mei 2022

 

Sebanyak 500 orang mengikuti Latsarmil Komcad di Bandung. 

JAKARTA  - Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan Pertahanan Negara (Komcad Haneg) Matra Udara Tahun 2022 resmi dibuka.


Upacara pembukaan di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Lanud Sulaiman, Margahayu Bandung, Senin (30/5/2022). 


Latsarmil ini dibuka oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan Kementerian Pertahan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, mewakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, ditandai penyematan tanda peserta latihan, sebagaimana dikutip iNews.id.


Prabowo mengatakan, Komcad merupakan subsistem pertahanan negara yang harus dipersiapkan sejak dini. Menurut dia, melalui penyiapan awal, maka saat dibutuhkan, Komcad mampu memperbesar dan memperkuat komponen utama pertahanan negara.


"Proses pembentukannya didasari pada kebutuhan dan kemampuan kekuatan pertahanan Negara Indonesia dengan memadukan kekuatan pertahanan militer dan nonmiliter," tutur Prabowo dalam sambutan yang dibacakan Mayjen Dadang, dikutip Selasa (31/5/2022). 


Disampaikan Prabowo, salah satu strategi pertahanan Indonesia adalah Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishamkamrata) yang melibatkan seluruh sumber daya nasional. Strategi ini, kata dia, merupakan upaya negara menghadapi perkembangan dinamika lingkungan strategis. 


     
"Sistem ini melibatkan pengelolaan seluruh sumber daya nasional yang meliputi segenap sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional di seluruh NKRI sebagai satu kesatuan pertahanan dalam mengurangi ancaman," katanya. 


Sekadar informasi, Komcad Matra Udara berasal dari WNI dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Di mana, pada penerimaan tahun ini, terdapat sejumlah warga negara yang berprofesi sebagai pilot pesawat terbang, tenaga kesehatan. 


Adapula aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN, di antaranya dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Perusahaan Industri Angkatan Darat (Pindad) dan berbagai profesi lainnya.


     
Ratusan peserta ini, selama tiga bulan, akan menjalani pelatihan berbagai materi pendidikan. Mulai dari bidang sikap dan perilaku, bidang pengetahuan dan keterampilan, hingga bidang jasmani. (*)