Siswa MTsN 2 Payakumbuh Raih Emas di Fornas Kungfu Sholin VI Palembang -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Siswa MTsN 2 Payakumbuh Raih Emas di Fornas Kungfu Sholin VI Palembang

Senin, 18 Juli 2022
Nada Salsabila 


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Dialah Nadari Salsabila, siswi kelas VII.5 (sekarang VIII5) MTsN 2 Payakumbuh berhasil sabet medali emas di ajang Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (Fornas) kung-fu sholin yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Aliansi kung-fu Tradisional Indonesia (KORMI AKTI) Pusat di GOR Jaka Baring Palembang tanggal 1-7 Juli 2022. Iven ini diikuti atlit kung-fu se Indonesia.


Prestasi bergengsi nasional ini disampaikan Nadari Salsabila yang akrab disapa Nada kepada Kepala madrasah, Senin (18/07/2022) pagi usai pelaksanaan upacara bendera Senin pagi.


Diterangkan jagoan kung-fu kelahiran Payakumbuh, 4 Agustus 2008 anak pertama 3 bersaudara dari pasangan Arianto Rashid dan Sherly Febriani, dirinya ikut ajang Fornas VI kung-fu sholin KORMI AKTI Pusat di kelas tarung (Pibu) usia 13-14 tahun, berat 58-60 Kg. Berhubung kedua orang tua Nada bekerja di Batam, di Payakumbuh Nada tinggal dengan kakeknya di kelurahan Padang Datar, kecamatan Payakumbuh Barat.  


"Alhamdulillah, berkat doa bersama dan dukungan Sifu M. Hanafi dan tim serta supor keluarga dan teman-teman, kami berhasil tampil optimal. Di final kami mengalahkan Salsabila Aulia Putri dari Palembang,"sebut Nada dihadapan ratusan warga madrasah yang terletak di Talawi, kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, ini.


Setidaknya, ada 18 medali yang kami sabet dari 2 kelas yang dilombakan.  Kami bergabung dengan Perguruan Seni kung-fu Sholin She Indonesia (SKSI) Kota Payakumbuh, tempat latihan halaman Balai Kota Payakumbuh setiap Ahad pagi dan Kamis malam. Terima kasih kami ucapkan kepada Kepala madrasah dan wali kelas serta guru yang telah merestui kami ikut ajang ini. Terima kasih atas restunya,"ulas Nada.


"Kita sudah dipupuk untuk sportif. Kawan di lapangan, lawan di dalam arena,"pungkas Nada yang meraih medali emas dan piagam yang ditandatangani Ketua KORMI Pusat, Hayono Isman dan Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani. 


Usai mendengar paparan Nada Salsabila, Kepala MTsN 2 Payakumbuh Asafil Kudri sampaikan salam selamat dan apresiasi kepada Nada Salsabila serta para siswa yang meraih juara di FLS2N tingkat Kota Payakumbuh tahun 2022.


"Kita sangat mengapesiasi dan siap mendukung semua siswa yang mempunyai bakat dan mau maju dan memajukan madrasah. Kita akan laporkan dan bawa siswa yang berprestasi kita menghadap Kepala Kankemenag dan Wali Kota Payakumbuh. Selanjutnya, kita berharap kepada pelatih kung-fu sholin dimana Nada Salsabila berlatih, bisa membuka diri dan merangkul madrasah kita sebagai salah satu tempat dan pusat latihan,"sebut Asafil Kudri usai memberi reward ringan.


Disisi lain, Pelatih (Sifu) SKSI Kota Payakumbuh Muhammad Hanafi, menyebut bahwa ada 21 atlit kung-fu sholin dari berbagai sekolah dan madrasah di Payakumbuh yang ikut mandiri di ajang Fornas kung-fu tingkat nasional di Jaka Baring, Palembang. Selama seminggu berlaga, 18 medali bisa diboyong.


"Nada Salsabila adalah siswa mandiri dan ulet serta rajin dan disiplin. Walau sesekali muncul perilaku kekanak-kanakan. Timbul juga sifat nakalnya. Belajar mandiri, karena Ayah dan Ibu dari Nada tinggal dan bekerja di Batam. Melalui perguruan SKSI, kami pupuk kemandirian Nada. Alhamdulillah, pembinaan dan dukungan kita semua, medali emas bisa diraih Nada. Insya Allah, tahun 2023 Nada Salsabila akan kembali berlaga di KORMI AKTI ke VII di Jawa Barat,"terang Sifu M. Hanafi didampingi Sifu Fauziah, Sifu Rina, Sifu Fadli dan Sifu Adek.


"Sejak kelas V SD, Nada sudah bergabung dengan kita, kala itu jumlah murid 40 orang. Karena covid kita setop dulu. Pasca covid, murid tinggal 12 orang. Sekarang sudah banyak lagi. Sampai kini, Nada masih solid dengan perguruan. Nada rajin berlatih disela kewajiban bersekolah. Berlatih itu boleh dimana saja, kapan perlu latihan di lokasi sempit, di kamar mandi atau kamar tidur,"terang Sifu M. Hanafi.


Alhamdulillah, sejumlah murid Kita telah ikut mengharumkan nama daerah di nasional di bidang beladiri kung-fu. Kita berharap kedepan, kung-fu bisa menjadi perhatian pemerintah daerah, serta didukung OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Parpora, Kemenag dan lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupor,"pungkas M. Hanafi.(ul)