Ingat! Polantas di Sumbar Jangan Cari-Cari Kesalahan Pengendara -->

Ingat! Polantas di Sumbar Jangan Cari-Cari Kesalahan Pengendara

Rabu, 21 September 2022

 

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Hilman Wijaya


PADANG - Polisi lalu lintas (Polantas) di Sumatera Barat (Sumbar) diperintahkan untuk tidak cari kesalahan pengendara. Hal ini agar meringankan kehidupan warga lantaran kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Hal ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar Kombes Pol Hilman Wijaya, sebagaimana dikutip iNews.id.


"Ini yang perlu saya tekankan kepada personel di lapangan agar tidak mencari-cari kesalahan yang dilakukan pengendara terutama pengemudi angkutan umum baik konvensional maupun daring," kata Hilman, Rabu (21/9/2022).


Hilman juga mengimbau agar pengemudi angkutan daring tidak takut kepada polantas.


"Kita meminta tukang ojek dan angkutan umum agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Personel juga jangan asal tilang mereka," katanya.


Dia melanjutkan, jika petugas terus mencari-cari kesalahan masyarakat, maka akan membuat kesulitan dan menambah beban kehidupan mereka setelah adanya kenaikan harga BBM.


"Kita minta petugas agar tidak langsung melakukan tilang terhadap masyarakat namun lebih kepada teguran untuk kesalahan yang tidak berpotensi menyebabkan kecelakaan," katanya.


Menurut dia apabila pelanggaran itu berpotensi menyebabkan kecelakaan maka baru dilakukan tilang agar mereka jera melakukan pelanggaran.


Dia mencontohkan apabila surat-surat kendaraan bermotor seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) tertinggal.


"Mungkin ini mereka benar memiliki namun tertinggal saat berkendara," katanya.


Pelanggaran yang menjadi atensi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan yakni pengemudi yang menggunakan telepon genggam, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang.


"Tidak menggunakan helm SNI, pengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, tidak menggunakan sabuk pengaman, mengemudi secara ugal-ugalan dan over dimensi dan over load," tutupnya.(*)