Puluhan Walimurid MTsS Darul Ulum Pekonina Nyaris Tertipu, Ini Modusnya -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Puluhan Walimurid MTsS Darul Ulum Pekonina Nyaris Tertipu, Ini Modusnya

Sabtu, 24 September 2022
Ilustrasi


Solsel, fajarsumbar.com - Aksi penipuan dan modus mengatasnamakan guru serta kepala sekolah  sudah merambah ke jajaran pendidikan.


Aksi tipu-tipu itu kini menjalar masuk kejajaran pendidikan sebuah madrasah. Hal itu terjadi di Madrasah Stanawiyah Swasta (MTsS) Darul Ulum Pekonina, Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).


Akibatnya puluhan walimurid  nyaris tertipu dengan mentransferkan sejumlah uang untuk mencairkan bantuan beasiswa kepada oknum yang mengaku guru di sekokah tersebut.


Seperti disampaikan kepala sekolah MTsS Pekonina, Junaidi kepada media ini, Jumat (23/9/2022).


Junaidi membenarksan adanya informasi bahwa terjadi aksi yang tidak diinginkan, membawa-bawa nama guru dan kepala sekolah.


Modusnya oknum tak bertanggungjawab itu mengatakan, kepada orang tua murid anaknya mendapat beasiswa, dan hari ini juga administrasinya harus lengkap.


Si penelpon minta ditranferkan sejumlah uang sebagai jaminan, termasuk kirimkan pulsa untuk salah satu syarat pencairan beasiswa tersebut.


"Pihak sekolah tidak pernah menelpon orangtua murid dengan hal seperti yang  sampaikan oknum ini," tegas Junaidi.


Junedi didampingi sejumlah guru MTsS Pekonina meminta kepada semua orangtua wali murid agar berhati-hati dan meyakinkan bahwa yang menelpon itu benar-benar dari pihak sekolah, dan hal seperti ini sering terjadi bukan saja di sekolah dia, namun di tempat lain juga marak modus seperti ini.


Buat orang tua murid  yang anaknya sekolah di MTsS  Pekonina supaya berhati-hati kalau ada anaknya ditelpon yang mengatasnamakan guru MTsS, tolong koordinasi dulu ke gurunya, jangan langsung menuruti permintaannya, itu adalah penipuan.


"Besok disaat anak anak apel pagi, akan kami sampaikan bahwa guru dan kepala sekolah tidak pernah memberikan beasiswa. Apalagi meminta pulsa kepada wali murid, seperti modus penipuan yang terjadi kemarin. Ini, perlu kami sampaikan karena siswa kami banyak berada di perkampungan mudah sekali terjebak, makanya segera kami ingatkan," tutupnya. (Abg)