AS Tuduh Rusia Eksploitasi Sumber Daya Afrika untuk Danai Perang Ukraina -->

AS Tuduh Rusia Eksploitasi Sumber Daya Afrika untuk Danai Perang Ukraina

Jumat, 07 Oktober 2022

AS menuduh tentara bayaran Rusia Wagner mengeksploitasi sumber daya alam di Afrika.


WASHINGTON  - Amerika Serikat (AS) menuduh tentara bayaran Rusia mengeksploitasi sumber daya alam di Republik Afrika Tengah, Mali, Sudan dan di tempat lain. Eksploitasi itu untuk membantu mendanai perang Moskow di Ukraina.  


Tuduhan itu dilotarkan Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Linda Thomas-Greenfield pada Kamis (6/10/2022). Dia menegaskan, kelompok tentara bayaran Wagner mengeksploitasi sumber daya alam. 'Keuntungan haram' ini digunakan untuk mendanai mesin perang Moskow di Afrika, Timur Tengah, dan Ukraina,sebagaimana dikutip iNews.id.


“Jangan salah! Orang-orang di seluruh Afrika membayar harga yang mahal untuk praktik eksploitatif dan pelanggaran hak asasi manusia Grup Wagner,” kata Thomas-Greenfield dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang pendanaan kelompok bersenjata melalui perdagangan gelap sumber daya alam di Afrika. Wagner dikelola oleh para veteran angkatan bersenjata Rusia. Mereka telah terlibat dalam pertempuran di Libya, Suriah, Republik Afrika Tengah, Mali, dan negara-negara lain. 


Wagner didirikan pada tahun 2014 setelah Rusia mencaplok semenanjung Krimea Ukraina. Merekamulai mendukung separatis pro-Rusia di wilayah Donbass, timur Ukraina. Sebaliknya, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia  menyesalkan pernyataan Thomas-Greenfield yang mengangkat masalah dukungan Rusia kepada mitra Afrika.


"Ini mengungkap rencana dan tujuan mereka yang sebenarnya - apa yang benar-benar mereka butuhkan dari negara-negara Afrika," kata Nebenzia, tanpa menjelaskan lebih lanjut.


Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina terjadi pada saat meningkatnya persaingan antara Barat, Cina dan Rusia atas sumber daya alam, perdagangan dan hubungan keamanan Afrika. Beberapa negara khawatir akan terjebak di tengah persaingan geopolitik yang intens.


Rusia telah berusaha untuk mengurangi isolasi internasionalnya setelah hampir tiga perempat Majelis Umum PBB memilih untuk menegur Moskow. Mereka menuntut penarikan pasukan Rusia dalam waktu seminggu setelah invasi 24 Februari ke negara tetangga Ukraina. Pekan depan, Majelis Umum beranggotakan 193 orang akan mengadakan pemungutan suara apakah akan mengutuk langkah Moskow untuk mencaplok empat wilayah yang diduduki sebagian di Ukraina setelah referendum. R