Ayah dan Anak Tertimbun Longsor, Satu Orang Tewas -->

Ayah dan Anak Tertimbun Longsor, Satu Orang Tewas

Selasa, 25 Oktober 2022
.


Sukabumi - Ayah dan anak di Sukabumi menjadi korban dalam peristiwa bencana alam longsor yang terjadi pada Minggu (23/10/2022) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Keduanya tertimbun reruntuhan, namun sang anak ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi longsor itu tepatnya terjadi di Kampung Cibunar 2 Lepa, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Longsor terjadi disebabkan oleh intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak sore hingga malam hari hingga memicu terjadinya tanah longsor.


Danposramil 0607-09/ Cisaat Sertu Agus Karlan mengatakan, tanah longsor itu menimbun rumah milik korban Yayan Yaryana (47). Saat peristiwa itu terjadi, warga setempat sempat mendengar suara gemuruh dan teriakan meminta tolong.


"Korban tertimbun longsor pada saat sedang tertidur pulas. Saksi jam 00.30 WIB mendengar suara gemuruh dan suara teriakan laki-laki minta tolong, kemudian warga melihat ke lokasi ternyata ada longsoran yang menimpa rumah bapak Yayan," kata Agus sebagaimana dikutip detik.com.


Lebih lanjut, warga kemudian mencari pertolongan dan melakukan pencarian terhadap dua orang korban. Korban Yayan (47) ditemukan dalam keadaan selamat dengan luka berat di bagian kaki dan badan, sedangkan Muhammad Fauzi (19) ditemukan meninggal dunia tertindih reruntuhan.


Staf Humas PMI Kabupaten Sukabumi Aril Solehudin menambahkan, jasad Muhammad Fauzi masih belum dapat dievakuasi. Pihaknya bersama relawan lain masih melakukan proses evakuasi.


"Hingga saat ini tim gabungan dari PMI, BPBD, TNI, Polri, Damkar, Tagana dan dibantu warga masih melakukan evakuasi atas nama Muhammad Fauzi karena posisi korban tertindih bebatuan dan beton," katanya.


Sementara itu, korban yang selamat dibawa ke rumah sakit Sekarwangi untuk mendapatkan pertolongan. Adapun ibu sekaligus istri korban tidak terdampak longsor karena saat kejadian, yang bersangkutan tidak ada di rumahnya.


"Kebetulan ibu anak dari korban atau istri korban tidak bersama mereka dan sedang di rumah keluarganya sehingga selamat," tutupnya. (*)