Bupati Manokwari Minta TNI-Polri Buru KKB yang Tewaskan 4 Pekerja Jalan Trans Papua Barat -->

Bupati Manokwari Minta TNI-Polri Buru KKB yang Tewaskan 4 Pekerja Jalan Trans Papua Barat

Selasa, 04 Oktober 2022

Bupati Manokwari Hermus Indou meminta Kodam Kasuari dan Polda Papua Barat memburu KKB yang serang pekerja Jalan Trans Papua Barat.


MANOKWARI - Bupati Manokwari Hermus Indou mendesak jajaran Kodam XVIII/Kasuari dan Polda Papua Barat mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang pekerja jalan di perbatasan Maybrat-Bintuni pada Kamis (29/9/2022) lalu. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya empat pekerja Jalan Trans Papua Barat. 


"Selain mengevakuasi dan mengirim jenazah sampai tujuan, kami sangat berharap TNI/Polri sebagai perangkat negara harus mampu untuk melindungi dan menyelamatkan setiap nyawa warga negara Indonesia yang berdiam dan membangun kehidupannya di Tanah Papua," kata dia di Manokwari, Papua Barat, Senin (3/9/2022),sebagaimana dikutip iNews.id.


Dia menegaskan, para pelaku kejahatan pembunuhan yang menewaskan empat orang warga sipil asal Sulawesi Selatan itu harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 


Dirinya juga mendesak hukuman setimpal dijatuhkan kepada para pelaku. Hermus mengatakan, pihaknya secara tegas mengecam dan mengutuk setiap tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak biadab di wilayah itu karena telah melanggar HAM.


Ia juga meminta aparat keamanan yang bertugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pengamanan kedaulatan agar membawa peralatan perlindungan diri seperti senjata. Menurut dia, para anggota TNI dan Polri sudah banyak berguguran diserang oleh orang tak dikenal. "Kalau mereka meninggal dalam tugas tanpa diperlengkapi dengan kelengkapan TNI-Polri yang cukup untuk melindungi diri sendiri, maka saya kira kita dalam bertugas pun sedang melakukan kelalaian," kata dia.


Ia juga mengajak semua orang untuk menjaga wilayahnya masing-masing agar tercipta keamanan dan kedamaian dan mewaspadai setiap orang yang hendak masuk dan menyusup, khususnya di Manokwari dengan tujuan yang tidak jelas apalagi ingin mengancam kedaulatan NKRI. 


"Sebelumnya kami sampaikan rasa prihatin kepada keluarga korban kejahatan. Kami berdoa semoga Tuhan senantiasa memberikan penghiburan dan ketabahan kepada keluarga untuk menerima kejadian ini secara ikhlas," kata dia.(*)