Pagelaran Pawai Budaya Tutup Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman ke - 77 -->

Pagelaran Pawai Budaya Tutup Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman ke - 77

Minggu, 09 Oktober 2022

 



Pasaman, fajarsumbar.com - HUT Kabupaten Pasaman yang ke - 77 Tahun 2022  ditutup dengan pergelaran Pawai Budaya yang diikuti 37 Nagari dari 12 Kecamatan se Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping Minggu (9/10/2022).


Kegiatan ulang tahun Kabupaten Pasaman ke 77 ini bertemakan"Satukan Tekad Menuju Pasaman Yang Lebih Baik dan Bermartabat.


Pawai budaya tersebut dilepas  langsung oleh Bupati Pasaman H Benny Utama didampingi oleh Wakil Bupati Pasaman Sabar AS di jalan Sudirman depan Bank Nagari Lubuk Sikaping.


Turut hadir dalan pelepasan pawai budaya  tersebut , Forkopimda Pasaman, Sekretaris Daerah, Dre.H.Mara Ondak, Ketua TP.PKK Pasaman Ny. Susi Benny Utama, Ketua GOW Pasaman Ny.Denny Sabar AS, Ketua DWP Pasaman , Kepala BUMD Pasaman, Kepala OPD.



Bupati Pasaman dalam arahannya mengatakan, pelaksanaan pawai budaya tersebut merupakan wujud pelestarian warisan budaya yang ada di masing masing nagari khususnya, dan Kabupaten Pasaman umumnya.


Dalam momen ulang tahun Kabupaten Pasaman yang ke 77 ini, berbagai kegiatan telah dilaksanakan , diantaranya, Perayaan Titik Kulminasi, Wisuda Tahfiz , Kegiatan seni dan hiburan, sidang paripurna istimewa DPRD Pasaman, Bazar UKM, pemberian piagam penghargaan, lomba kebersihan dan keindahan kantor, lomba pidato antar siswa SD, lomba memasak nasi goreng antar Eselon II, lomba memasak ikan antar camat, lomba drumband antar sekolah, lomba MTQ antar OPD, Instansi Vertikal , BUMD ,BUMN, lomba Jamba , lomba menulis antar wartawan dengan tema pengembangan wisata Pasaman , tambah, kata Benny Utama.


Kemudian, Bupati Pasaman menambahkan dengan adanya pawai budaya ini, akan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat, terutama bagi generasi muda untuk terus di lestarikan.


Mengakhiri sambutanya, Benny Utama berpesan, kita harus bangga terhadap budaya kita sendiri, untuk itu perlu kita jaga jangan sampai hilang oleh  budaya asing yang belum tentu sesuai dengan sendi kehidupan kita di ranah Minang.


Dari Pantauan fajarsumbar.com para peserta menampilkan  kesenian tradisional juga mulai pencak silat, ronggeng, lukah gilo, gordang sambilan dan tradisi masyarakat seperti tradisi malapeh kaua padi dan yang lain - lain. 


Selanjutnya juga masing - masing nagari juga menampilkan hasil dari Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). ( Naldi )